Tradisi Malamang Warga Koto Katik Sambut Maulid Nabi SAW

Selasa , 19 Oct 2021, 22:07 WIB Reporter :Febrian Fachri / Redaktur : Nashih Nashrullah
Tradisi malamang digelar ungkapan syukur atas kelahiran Muhammad SAW.
Tradisi malamang digelar ungkapan syukur atas kelahiran Muhammad SAW.

IHRAM.CO.ID, PADANG PANJANG— Warga Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur, mengadakan tradisi Malamang dengan membakar lamang talang dan tapai hitam, Selasa (19/10). Tradisi Malamang kali ini diadakan dalam rangka memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW. 

 

Terkait

Salah seorang warga setempat, Asnida, mengatakan lamang adalah penganan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi beras ketan itu dicampur santan kelapa, garam, bawang putih secukupnya, asam, buah kemiri sesuai takaran.

Baca Juga

“Kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu, lalu dibakar sampai matang. Untuk lamanya Lamang bisa matang dengan sempurna, dibutuhkan kurang lebih empat jam,” kata Asnida, Selasa (19/10).

Kegiatan Malamang untuk Maulid Nabi ini diadakan di salah satu rumah warga. Malamang diramaikan kader PKK Koto Katik, remaja masjid, jajaran kelurahan dan semua lapisan masyarakat.

Selain Malamang, rangkaian kegiatan Maulid Nabi ini juga diisi dengan kegiatan tabligh akbar dan lomba keagamaan. Kegiatan ini ditutup dengan Basuluah Kaliliang Kampuang yang diiringi shalawat bersama pada Rabu (20/10) malam.

Ketua Pokja 1 PKK Koto Katik , Yanita Fitri Syam, berharap dengan adanya tradisi ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi Baka Lamang. 

"Dengan adanya kegiatan Malamang ini kami berharap dapat menjalin silaturahmi antar warga Koto Katik untuk selalu kompak dan bekerja sama. Serta menjadikan momen ini agar masyarakat meneladani Baginda Rasul Muhammad SAW dan juga hari besar Islam lainnya," ucap Yanita.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini