Taliban tak Diizinkan Akses Dana Cadangan Bank Sentral

Rabu , 20 Oct 2021, 09:44 WIB Redaktur : Esthi Maharani
Milisi Taliban (ilustrasi)
Milisi Taliban (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON -- Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo mengatakan tidak ada situasi di mana Taliban akan diizinkan mengakses dana cadangan bank sentral Afghanistan yang sebagian besar disimpan di Amerika Serikat.

 

Terkait

Taliban telah meminta Amerika Serikat untuk mencabut blokir terhadap dana cadangan bank sentral Afghanistan senilai lebih dari 9 miliar dolar AS (sekitar Rp126,9 triliun) yang disimpan di luar Afghanistan saat negara itu berjuang untuk menahan krisis ekonomi yang semakin dalam.

"Kami percaya bahwa penting bagi kami untuk mempertahankan sanksi terhadap Taliban tetapi pada saat yang sama berupaya menemukan cara untuk memberi bantuan kemanusiaan yang sah untuk sampai ke rakyat Afghanistan. Itulah tepatnya yang kami lakukan," kata Adeyemo kepada Komite Perbankan Senat AS, Selasa (19/10).

Taliban mengambil kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus setelah Amerika Serikat menarik pasukannya. AS dan negara-negara Barat lainnya sedang bergulat dengan pilihan sulit karena krisis kemanusiaan yang parah terjadi secara luas di Afghanistan. Mereka mencoba mencari cara untuk terlibat dengan Taliban tanpa memberi kelompok itu legitimasi untuk memerintah, sambil memastikan bantuan kemanusiaan mengalir ke Afghanistan.

"Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa kami menerapkan rezim sanksi terhadap Taliban dan jaringan Haqqani, tetapi pada saat yang sama memungkinkan aliran bantuan kemanusiaan yang diizinkan ke Afghanistan," kata Adeyemo.

sumber : Antara / Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini