Asosiasi Mahasiswa Muslim Ciptakan Ikatan Budaya di AS

Kamis , 21 Oct 2021, 12:07 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Mahasiswa muslim di Amerika
Mahasiswa muslim di Amerika

IHRAM.CO.ID, BOSTON -- Ketika Waqas Idrees datang ke Amerika Serikat dari Pakistan untuk belajar teknik mesin, ia menemukan persahabatan dan persaudaraan di Islamic Society of Boston Cultural Center (ISBCC). ISBCC merupakan sebuah masjid dan pusat komunitas yang sering dikunjungi oleh Asosiasi Mahasiswa Muslim AS & Kanada (MSA) Nasional), sebuah organisasi keagamaan non-pemerintah.

 

Terkait

MSA National mendukung organisasi seperti ISBCC untuk menyediakan forum menyatukan mahasiswa Muslim dari berbagai latar belakang.

“Acara-acara ini bermanfaat secara spiritual karena memungkinkan saya membuat perbedaan positif dalam kehidupan orang-orang sambil menjalin hubungan dengan orang-orang dari seluruh penjuru,” kata Idrees dikutip di Share America, Kamis (21/10).

Sekelompok mahasiswa Muslim diketahui mendirikan MSA National di University of Illinois, Urbana-Champaign, pada 1963. Organisasi ini terus berkembang dalam beberapa dekade sejak itu, dimana sekarang ada lebih dari 600 cabang MSA di kedua negara.

MSA National berupaya mendukung pertumbuhan spiritual, agama, sosial, serta kesejahteraan siswa. Mereka juga membantu membuat siswa Muslim merasa aman dan terhubung, di mana pun mereka pergi ke sekolah.

Seorang mahasiswa di Northeastern University di Boston dan Massachusetts Institute of Technology di Cambridge, Idrees, mengenang pengalamannya menjadi sukarelawan di acara buka puasa yang diselenggarakan oleh ISBCC dengan Islamic Society of Northeastern University. Acara malam itu terbuka untuk orang-orang dari semua latar belakang agama.

“Acara berlangsung di pusat kesiswaan, di depan permadani yang sama kami memberi tahu semua orang dari mana pun dia berasal, tidak peduli apa preferensi dan pilihannya dalam hidup, di sini kita satu,” katanya.

Maryam Noor juga datang ke AS dari Pakistan saat semester musim semi 2019. Ia belajar studi internasional di Universitas Wyoming sebagai bagian dari Program Pertukaran Sarjana Global Departemen Luar Negeri AS.

Noor mengetahui tentang MSA University of Wyoming melalui kantor Mahasiswa dan Cendekiawan Internasional di kampus. Dia dengan cepat terlibat dan membantu mengorganisir acara, termasuk ceramah oleh cendekiawan Muslim kepada badan mahasiswa.

Menurut Pew Research Center, kurang dari 1 persen populasi Wyoming diidentifikasi sebagai Muslim. Hal ini membuat organisasi seperti MSA National penting, agar memberi rasa kebersamaan di antara mahasiswa Muslim dan mempromosikan pemahaman di antara mereka yang belum pernah bersinggungan dengan Islam sebelumnya.

“Itu adalah salah satu pengalaman belajar terbaik yang saya miliki. Saya berpartisipasi dalam banyak acara di kampus dan belajar banyak tentang budaya Amerika," kata dia.

Kelompok mahasiswa Muslim di universitas-universitas AS adalah alat yang berharga untuk membangun hubungan yang bermakna dan merayakan komunitas.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini