Kamis 21 Oct 2021 13:06 WIB

2024, Indonesia Ditargetkan Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia diharapkan meningkatkan pasar halal.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha
Ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 ke-34 di ICE BSD, Tangerang 16-20 Oktober 2019.  Indonesia menggelar Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Kamis (21/10).
Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 ke-34 di ICE BSD, Tangerang 16-20 Oktober 2019. Indonesia menggelar Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Kamis (21/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia sekaligus kiblat industri fashion dunia pada 2024 mendatang. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat industri halal di dunia.

“Indonesia berpotensi sebagai pusat industri halal dunia sekaligus kiblat industri fashion dunia. Saya target tujuan tersebut dapat tercapai pada tahun 2024, apa lagi pasar produk halal dunia sangat besar,” kata Jokowi saat membuka Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021, Kamis (21/10).

Baca Juga

Berdasarkan laporan State of Global Islamic tahun 2020-2021, warga Muslim dunia diperkirakan membelanjakan lebih dari 2 triliun dollar AS di sektor makanan, produk farmasi, kosmetik, fashion, serta rekreasi.

“Tentunya ini merupakan peluang yang harus kita manfaatkan,” tambah Jokowi.

Pada acara Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 ini juga turut menghadirkan forum halal dan festival fashion Muslim. Presiden pun memberikan apresiasinya karena penyelenggaraan expo ini dapat meningkatkan pasar halal Indonesia di dunia.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga berharap para pelaku usaha dan eksportir Indonesia membantu mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Mari kita bersama-sama berkontribusi pada pemulihan dan pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ujar dia.

Lebih lanjut, Jokowi juga mendorong agar kerja sama dan perdagangan global segera diaktifkan setelah pandemi Covid-19 mulai melandai di Indonesia. Pada tahun ini, nilai ekspor Indonesia tercatat telah mencapai puncaknya yakni sebesar 142,01 miliar dollar AS dan tumbuh 37,7 persen year on year (yoy).

Kendati demikian, ia meminta agar daya saing terus ditingkatkan karena Indonesia memiliki peluang tumbuh yang lebih tinggi. Tak hanya itu, potensi pasar ekspor Indonesia pun masih terbuka lebar.

“Karena potensi pasar ekspor masih terbuka lebar, mitra dagang kita juga mulai pulih. Dan kuartal kedua 2021 Tiongkok tumbuh 7,9 persen yoy, Amerika Serikat tumbuh 12,2 persen, Jepang tumbuh 7,6 persen, dan India bahkan tumbuh 20,1 persen,” ucap Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement