Indonesia Upayakan PeduliLindungi Sinkron dengan Tawakalna

Kamis , 21 Oct 2021, 19:39 WIB Reporter :Febryan A/ Redaktur : Ani Nursalikah
Indonesia Upayakan PeduliLindungi Sinkron dengan Tawakalna
Indonesia Upayakan PeduliLindungi Sinkron dengan Tawakalna

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia dan Arab Saudi masih membahas mengenai kendala teknis terkait pelaksanaan umroh bagi jamaah Indonesia. Di antara hal yang masih dibahas kedua negara adalah cara mendeteksi jamaah Indonesia yang sudah divaksinasi. 

 

Terkait

Cara deteksi yang dipilih adalah dengan memperlihatkan barcode tanda sudah vaksinasi yang tertera dalam aplikasi PeduliLindungi. Konsulat Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono mengatakan kedua negara kini sedang menyinkronkan aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi serupa milik Arab Saudi yang bernama Tawakalna. Tapi, sejauh ini belum berhasil.

Baca Juga

"Teman-teman di lapangan sudah mencoba memastikan barcode yang kita punya di PeduliLindungi bisa dibaca petugas Saudi, (tapi) sampai sekarang tidak bisa. Kalau barcode itu tidak terdeteksi, tidak mungkin bisa jamaah Indonesia memasuki Masjidil Haram. Jadi hal ini sedang kita bahas juga," ujar Eko dalam sebuah webinar, Kamis (21/10).

Direktur Bina Haji dan Umroh Kementerian Agama Nur Arifin mengatakan memang sedang membahas kemungkinan membuka data sertifikat vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi. Pembicaraan terkait hal ini sedang dilakukan dengan Pusdatin Kemenkes dan PT Telkom.

Menanggapi soal belum tercapai kesepakatan antarkedua negara, pengusaha penyelenggara umroh mengaku lega. Tentu bukan karena umroh masih tertunda, tapi karena sudah mendapat penjelasan yang detail terkait posisi diplomasi Indonesia dalam penyelenggaraan umroh ini.

"Penjelasan Pak Eko (Konsulat Jenderal RI di Jeddah) tadi sangat jelas. Baru ada nota diplomatik, belum ada keberangkatan. Ini penjelasan yang sangat detail, sesuatu yang sangat kami harapkan dipahami seluruh masyarakat bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan yang ditandatangani," ujarnya dalam kesempatan sama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini