Muslim Inggris Rilis Panduan Jaga Keamanan Masjid

Jumat , 22 Oct 2021, 16:05 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani

IHRAM.CO.ID, LONDON -- Dewan Muslim Inggris (MCB) membuat panduan enam langkah tentang bagaimana menjaga masjid tetap aman, setelah pembunuhan anggota parlemen Konservatif Sir David Amess. Hal ini dilakukan mengingat kekhawatiran tentang Islamofobia terus tumbuh.

 

Terkait

Panduan setebal 10 halaman ini bertujuan untuk membantu jamaah, pengunjung masjid dan pemuka agama melindungi tempat ibadah, serta komunitas lokal pada umumnya.

Dalam panduan tersebut, Muslim didorong untuk menyiapkan rencana keselamatan, memastikan sistem keamanan mutakhir, maupun melaporkan kejahatan kebencian dan penyalahgunaan.

Dilansir di The New Arab, Jumat (22/10), pembuatan panduan ini muncul ketika data terbaru yang dirilis oleh Home Office menemukan, hampir setengah dari pelanggaran kejahatan rasial agama yang tercatat (45 persen) di Inggris dan Wales, menargetkan Muslim pada 2021.

"Pembunuhan tragis Sir David Amess telah membuat komunitas Muslim Inggris merasa terkejut dan khawatir," kata Sekretaris Jenderal MCB, Zara Mohammed.

Dia menambahkan, ada prioritas pelanggaran kejahatan rasial yang menargetkan wanita Muslim, masjid dan jamaah mereka, khususnya.

Bulan lalu, pemerintah Inggris dituduh mengabaikan tanggung jawabnya kepada warga Muslim setelah gagal menghasilkan definisi Islamofobia, dua tahun setelah berjanji untuk melakukannya.

Dalam penyelidikan 2018, anggota parlemen mendesak definisi kerja Islamofobia dengan tujuan agar lebih mudah untuk menghukum pelanggaran semacam itu.

Namun, pemerintah Konservatif menolak proposal tersebut pada 2019 dan berjanji untuk menunjuk sebuah komisi independen untuk membuat definisi yang dimaksud. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan.

"Sungguh mencengangkan, dalam 845 hari kami masih meminta pemerintah mengadopsi definisi Islamofobia dari All-Party Parliamentary Group (APPG)," kata wakil ketua APPG kepada The Independent, Afzal Khan.

Pengabaian total dari pemerintah dalam upaya menerima definisi Islamofobia, seolah menyoroti betapa banyak pertimbangan yang diberikan untuk mengatasi bentuk rasisme yang sangat nyata. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini