Melalui Pesantren, Bangsa Indonesia Sebarkan Islam

Sabtu , 23 Oct 2021, 00:42 WIB Reporter :Fuji Eka Permana/ Redaktur : Agung Sasongko
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Amany Burhanuddin Umar Lubis menyampaikan sambutan saat sidang Senat terbuka Pengukuhan Guru Besar di Auditorium Harun Nasution Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu (2/9). Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar sidang Senat terbuka pengukuhan Abdul Muti sebagai Guru Besar atau Profesor di Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI) mengangkat tema Pendidikan Agama Islam yang Pluralistis, Basisi Nilai dan Arah Pembaruan. Sidang tersebut dihadiri sejumlah tokoh yaitu mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi dan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Republika/Thoudy Badai
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Amany Burhanuddin Umar Lubis menyampaikan sambutan saat sidang Senat terbuka Pengukuhan Guru Besar di Auditorium Harun Nasution Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu (2/9). Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar sidang Senat terbuka pengukuhan Abdul Muti sebagai Guru Besar atau Profesor di Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI) mengangkat tema Pendidikan Agama Islam yang Pluralistis, Basisi Nilai dan Arah Pembaruan. Sidang tersebut dihadiri sejumlah tokoh yaitu mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi dan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Republika/Thoudy Badai

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Amany Lubis, mengungkapkan bahwa melalui pesantren, bangsa Indonesia menyebarkan ajaran Islam. Peran pesantren selama ini juga telah memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa.

 

Terkait

Di momen hari santri ini, Prof Amany berharap, para santri dan santriwati semakin mantap, maju dan berkibar perannya di Indonesia serta dunia. Indonesia memiliki jumlah pesantren terbanyak di dunia, lebih dari 35 pesantren terdata di Kementerian Agama (Kemenag). Mungkin masih ada pesantren yang tidak terdata di Kemenag.

Baca Juga

Ia mengatakan, melalui pesantren inilah bangsa Indonesia memperkuat Islam, menyebarkan ajaran Islam, memperkuat pendidikan Islam dan memperkuat generasi bangsa.

"Itu adalah peran pesantren dan para santri serta santriwati," kata Prof Amany saat webinar 'Aktualisasi Potensi Pesantren untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Bangsa' yang digelar Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Jumat (22/10).

Menurutnya, gelar santri dan santriwati adalah gelar yang tidak hilang saat mereka lulus dari pesantren. Penyebutan santri tidak berhenti saat mereka selesai belajar di pesantren. Sampai dewasa bahkan sampai tua masih menamakan dirinya sebagai santri, karena pendidikan yang diperoleh di pesantren itu tidak hilang, bahkan menjadi semakin kuat.