Bangladesh tingkatkan keamanan di kamp pengungsi Rohingnya

Sabtu , 23 Oct 2021, 06:07 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Susanna keseharian kamp pengungsi Rohingnya.
Susanna keseharian kamp pengungsi Rohingnya.

IHRAM.CO.ID, DHAKA -- Bangladesh telah mengambil langkah untuk meningkatkan keamanan di tempat penampungan Rohingya di tengah laporan tindakan kriminal dan pembunuhan di kamp pengungsi Cox's Bazar.

 

Terkait

Berbicara di hadapan wartawan, Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan Kamal mengumumkan otoritas telah mengambil keputusan tersebut saat pertemuan Komite Nasional Koordinasi, Manajemen dan Penegakan Hukum Myanmar (Rohingya) di Sekretariat di Dhaka pada Kamis.

“Pemerintah mengadakan diskusi dengan semua pihak terkait dan pemangku kepentingan untuk memastikan hukum dan ketertiban dan keamanan keseluruhan di dalam kamp Rohingya di Cox's Bazar dan Bhasan Char,” kata Kamal seperti dilansir Anadolu Agency.

Pengawasan akan ditingkatkan untuk mengekang masuknya dan penjualan narkoba di kamp-kamp Rohingya. Patroli perbatasan akan ditingkatkan untuk mencegah penyelundupan narkoba. "Pengawasan di Sungai Naf, satu-satunya sungai lintas batas antara Bangladesh dan Myanmar, akan diperkuat," lanjut dia.

Pembangunan pagar kawat berduri di kamp-kamp sedang dalam tahap akhir dan ada beberapa menara pengawas di kamp-kamp untuk memantau pergerakan.

Bangladesh melakukan upaya di forum internasional untuk mempercepat proses pemulangan Rohingya. Beberapa orang yang terlibat dalam pembunuhan pemimpin Rohingya Mohibullah telah ditangkap, tambah Kamal.

Mohibullah ditembak dan dibunuh oleh pelaku tak dikenal di kamp pengungsi Kutupalong di Cox's Bazar awal bulan ini.

Bangladesh menampung 1,2 juta orang Rohingya di kamp-kamp pengungsi di distrik selatan Cox's Bazar yang melarikan diri dari negara bagian Rakhine Myanmar setelah tindakan keras militer brutal pada Agustus 2017.

Dan Bangladesh merelokasi lebih dari 20.000 pengungsi Rohingya ke pulau Bhasan Char Desember lalu dan akan merelokasi 80.000 lainnya segera setelah menandatangani kesepakatan dengan PBB untuk memfasilitasi pengungsi di pulau itu.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini