Proses Haji 2022 di India 100 Persen Digital

Ahad , 24 Oct 2021, 00:05 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Jamaah umroh bertawaf di sekitar Ka
Jamaah umroh bertawaf di sekitar Ka

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI -- Proses seleksi jamaah haji India 2022 akan didasarkan pada beberapa kriteria yang sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Selain itu, Menteri Persatuan Mukhtar Abbas Naqvi menyebut jamaah yang akan berangkat harus sesuai dengan pedoman yang ditetapkan pemerintah India dan Arab Saudi.

 

Terkait

Usai memimpin rapat tinjauan haji di Delhi, Naqvi mengatakan pengumuman resmi haji 2022 akan dilakukan pada minggu pertama November. Dalam waktu bersamaan, proses aplikasi haji secara daring juga akan dilakukan.

Selanjutnya, ia mengatakan Kartu Kesehatan Digital, fasilitas kesehatan "E-MASIHA", maupun "pre-tagging E-luggage", yang menyediakan semua informasi mengenai akomodasi/transportasi di Makkah-Madinah, akan diberikan kepada semua jamaah.

Dilansir di One India, Jumat (22/10), persiapan haji di India sudah dimulai dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan aturan terkait Covid-19 dari pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah India.

"Seluruh proses haji 2022 di India akan 100 persen digital,” ujar Naqvi. Ia menggarisbawahi India mengirimkan jumlah jamaah haji terbesar kedua ke Arab Saudi setelah Indonesia.

Pengaturan pelatihan khusus untuk haji 2022 tentang protokol Covid-19, serta kesehatan dan kebersihan sedang dilakukan di India dan Arab Saudi untuk para  peziarah ini.

"Pedoman protokol nasional dan internasional karena posisi pandemi akan diterapkan dan diikuti secara ketat selama haji 2022," katanya.

Tak hanya itu, Naqvi mengatakan seluruh proses haji 2022 akan diadakan sesuai dengan pedoman yang diperlukan, dikeluarkan oleh pemerintah India dan Arab Saudi, sehubungan dengan pandemi untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Proses haji 2022 akan dilakukan setelah musyawarah antara Kementerian Urusan Minoritas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Penerbangan Sipil, Komite Haji India, Kedutaan Besar India di Arab Saudi dan Konsul Jenderal India di Jeddah, maupun lembaga lainnya.

Keadaan khusus menjadi pertimbangan sejumlah aturan yang dibuat, di antaranya kriteria kelayakan jamaah, batasan usia, persyaratan kesehatan dan kebugaran, maupun kondisi relevan lainnya dari pemerintah Arab Saudi.

Seluruh proses perjalanan haji 2022 disebut sedang direncanakan dengan perubahan signifikan dan penting, mengingat pandemi dan dampaknya.

Termasuk yang perlu diperhatikan adalah akomodasi, masa tinggal jamaah, transportasi, kesehatan dan fasilitas lainnya, baik di India maupun Saudi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini