Indonesia Jaring Kolaborasi Industri Halal dengan Dunia

Ahad , 24 Oct 2021, 22:06 WIB Reporter :Iit Septyaningsih/ Redaktur : Agung Sasongko
 Orang-orang mengunjungi situs EXPO selama hari pertama EXPO 2020 Dubai di emirat Teluk Dubai, Uni Emirat Arab pada 01 Oktober 2021. 192 negara mengambil bagian di paviliun mereka di EXPO 2020 Dubai yang merupakan Expo internasional pertama yang diadakan di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA) yang berlangsung antara 01 Oktober 2021 dan 31 Maret 2022.
Orang-orang mengunjungi situs EXPO selama hari pertama EXPO 2020 Dubai di emirat Teluk Dubai, Uni Emirat Arab pada 01 Oktober 2021. 192 negara mengambil bagian di paviliun mereka di EXPO 2020 Dubai yang merupakan Expo internasional pertama yang diadakan di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA) yang berlangsung antara 01 Oktober 2021 dan 31 Maret 2022.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Expo 2020 Dubai merupakan ajang strategis bagi sektor industri di Tanah Air agar berkolaborasi dengan para pelaku bisnis internasional.  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, pada expo kelas dunia itu, Kemenperin mengangkat keunggulan dan peluang investasi di Indonesia melalui penyelenggaraan Business Forum pada 22 sampai 28 Oktober 2021.

 

Terkait

Ia menyebutkan, setidaknya terdapat tiga sektor terkait industri manufaktur dengan peluang kolaborasi yang terbuka lebar, yaitu penerapan industri 4.0, pengembangan kawasan industri, serta optimalisasi peluang industri halal. “Masih terdapat peluang besar serta ruang luas untuk bekerja sama dengan para investor dalam mengembangkan sektor industri melalui pendekatan tiga kebijakan tersebut,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya pada Business Forum Expo 2020 Dubai hari kedua secara hybrid, Sabtu (23/10).

Baca Juga

Menperin memaparkan, percepatan penerapan industri 4.0 dijalankan melalui peta jalan Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2018. Melalui program ini, Indonesia ditargetkan berada dalam 10 besar ekonomi dunia pada 2030.

“Kami yakin, suksesnya implementasi program ini akan meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto) per tahun dari baseline 5 persen menjadi 6 sampai 7 persen. Lalu meningkatkan lapangan kerja dari 20 juta menjadi 30 juta serta meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB menjadi 25 persen pada 2030,” jelasnya.

Sebagai bagian dari program tersebut, kata dia, Indonesia menjadi partner resmi dari Hannover Messe 2021 Digital Edition. Status ini akan berlanjut pada Indonesia Hannover Messe 2023.