Ditjen PHU Survei Kesiapan UPT Asrama Haji Jakarta-Bekasi

Senin , 25 Oct 2021, 07:10 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Petugas keamanan berada di halaman Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat
Petugas keamanan berada di halaman Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) terus menyiapkan penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh masa pandemi Covid-19. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) melakukan survei kesiapan UPT Asrama Haji Jakarta dan UPT Asrama Haji Bekasi.

 

 

Terkait

Mewakili Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Kepala Subdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, M. Noer Alya Fitra, bersama tim melakukan diskusi teknis pelayanan jamaah pada asrama haji. Pada kegiatan tersebut, ia mengungkapkan perlunya asrama haji menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan.

 

“Dalam proses persiapan pemberangkatan jamaah umroh, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh Asrama Haji untuk mempermudah proses screening kesehatan jamaah umroh," ujarnya dalam keterangan yang didapat Republika, Ahad (24/10).

 

Diskusi yang dilakukan membahas skema alur pemberangkatan dan layanan kepulangan jamaah umroh bila Arab Saudi benar-benar membuka umroh untuk Indonesia. Tujuan utama kegiatan ini adalah sebagai langkah siaga bagi pemerintah, dalam persiapan ibadah umroh di masa pandemi Covid-19

 

“Asrama Haji harus memenuhi standar dengan fasilitas lengkap, bukan hanya akomodasi tapi  termasuk pula fasilitas penunjang lainnya,” lanjutnya.

 

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan pentingnya penggunaan asrama haji dalam penyelenggaraan umrah satu pintu. Menurutnya, saat ini hanya asrama haji yang memiliki fasilitas yang dibutuhkan, untuk pelaksanaan umrah satu pintu.

 

Jamaah umrah disebut nantinya sudah dalam kondisi aman dan lengkap saat keluar dari asrama haji. Pemeriksaan dokumen persyaratan, keimigrasian, bagasi, maupun proses boarding seluruhnya dilakukan di asrama haji.

 

"Jamaah umroh keluar dari asrama haji menggunakan bus khusus langsung menuju pesawat seperti haji,” kata dia.

 

Kebijakan umroh satu pintu menurut Nafit diperlukan untuk menjamin seluruh jamaah telah memenuhi persyaratan yang diinginkan Arab Saudi.

 

Selain itu, kebijakan ini juga untuk mewujudukan keinginan pemerintah, agar saat pelaksanaan umroh masa pandemi jamaah yang berangkat benar-benar sehat, sejak berangkat sampai pulang ke tanah air.

 

“Pemerintah perlu memastikan jamaah umroh seluruhnya sehat dan memenuhi persyaratan. Kami berharap tidak muncul satu kasus-pun jamaah umroh kita terkonfirmasi positif Covid. Kami ingin benar-benar zero case dan zero accident,” ujarnya.

 

Setelah diskusi kesiapan layanan asrama haji Jakarta, Nafit bersama tim menuju UPT Asrama Haji Bekasi. Kepala UPT Asrama Haji Bekasi menjelaskan alur pelayanan jamaah umroh dan kemampuan akomodasi Asrama Haji Bekasi.

 

Pihaknya akan segera melaporkan kepada pimpinan tentang kesiapan Asrama Haji Jakarta dan Bekasi berdasarkan hasil diskusi dan survei lapangan. Beberapa kekurangan juga telah dicatat agar bisa segera dipenuhi.

 

Pada akhir proses diskusi di Bekasi, Nafit menjelaskan tahap berikutnya akan dilakukan pemeriksaan fasilitas asrama haji bersama tim gabungan. Tim ini akan melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai Satgas Covid Nasional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini