Selasa 26 Oct 2021 13:07 WIB

Emisi Gas Rumah Kaca Tembus Rekor

Upaya mengatasi perubahan iklim keluar dari jalur

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Emisi gas rumah kaca
Foto: AP/Martin Meissner
Emisi gas rumah kaca

IHRAM.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan konsentrasi gas rumah kaca tahun lalu tembus rekor dan upaya mengatasi perubahan iklim keluar dari jalur. Pernyataan lembaga PBB itu menunjukkan besarnya skala tugas yang dihadapi pemerintah di seluruh dunia untuk mencegah pemanasan global menyentuh level berbahaya.

WMO melaporkan level karbon dioksida pada tahun 2020 bertambah 413,2 bagian per juta. Bertambah di atas rata-rata selama satu dekade terakhir meski sempat terjadi penurunan selama penutupan perbatasan pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal WMO Patteri Taalas mengatakan kenaikan gas penangkap panas saat ini mengakibatkan kenaikan suhu 'jauh melebihi' Perjanjian Paris 2015. Di mana seluruh dunia sepakat menjaga agar suhu bumi tidak di atas 1,5 derajat Celsius di atas rata-rata masa pra-industri.

"Kita telah keluar jalur, kami harus kembali mengunjungi sistem industri, energi dan transportasi dan seluruh hidup kita," kata Taalas dalam pernyataannya, Senin (25/10).

Ia mendorong masyarakat internasional 'meningkatkan dengan dramatis' komitmen mereka pada perubahan iklim di Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP26 di Glasgow mendatang. Kota di Skotlandia itu sedang melakukan persiapan akhir sebelum COP26 dimulai pada Ahad (31/10) mendatang.

Forum itu dinilai menjadi kesempatan terbaik terakhir dunia membatasi kenaikan suhu 1,5 hingga 2 derajat Celsius sesuai dengan Perjanjian Paris. Taruhannya pada bumi sangat besar karena perubahan iklim akan berdampak pada ekonomi dunia dan stabilitas sistem finansial global di masa depan.

Pada Sabtu (23/10) lalu Putra Mahkota Arab Saudi mengumumkan negaranya berambisi nol emisi gas rumah kaca pada tahun 2060 sekitar 10 tahun lebih lama dari ambisi Amerika Serikat (AS). Arab Saudi salah satu eksportir minyak terbesar di dunia.

Mohammed bin Salman juga mengatakan pada tahun 2030 Arab Saudi akan memotong emisi hingga setengahnya. Sementara itu kabinet Australia diperkirakan akan resmi mengadopsi target nol emisi pada tahun 2050 dalam rapat dengan koalisi pemerintah Perdana Menteri Scott Morrison.

Koalisi penguasa tidak memiliki pandangan yang sama dalam mengaasi perubahan iklim. Pemerintah Morrison ingin menjaga perekonomian senilai 1,5 triliun dolar AS.

Pemerintah Jerman dan Kanada akan menjabarkan cara bagaimana negara kaya membantu negara-negara miskin membiayai upaya penanggulangan perubahan iklim.

Sejauh ini negara kaya gagal menyalurkan 100 miliar dolar AS per tahun ke negara miskin pada tahun 2020 seperti yang dijanjikan tahun 2009 lalu.

Jajak pendapat para ekonom menemukan untuk mencapai target nol emisi yang ditetapkan Perjanjian Paris. Dibutuhkan investasi hijau sebesar 2 sampai 3 persen output dunia sampai tahun 2050.

Jauh lebih rendah dibandingkan kerugian yang akan diterima bila tidak ada tindakan apa pun. Aktivis-aktivis perubahan iklim di London menggelar kampanye dengan memblokir jalan besar sehingga mengganggu lalu lintas pusat-pusat keuangan di kota itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement