Kemenag dan Forum SATHU Bahas Persiapan Umroh

Rabu , 27 Oct 2021, 16:57 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Prof Hilman Latief menerima audiensi Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU), Selasa (26/10). Banyak hal yang didiskusikan tentang persiapan umroh dan haji terutama terkait terhentinya aktivitas usaha umroh haji selama dua tahun.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Prof Hilman Latief menerima audiensi Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU), Selasa (26/10). Banyak hal yang didiskusikan tentang persiapan umroh dan haji terutama terkait terhentinya aktivitas usaha umroh haji selama dua tahun.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Prof Hilman Latief menerima audiensi Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umroh (Forum SATHU), Selasa (26/10). Banyak hal yang didiskusikan tentang persiapan umrah dan haji terutama terkait terhentinya aktivitas usaha umroh haji selama dua tahun.

 

Terkait

"Alhamdulillah dengan suasana hangat telah kita mendiskusikan beberapa isu," kata Hilman kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Baca Juga

Prof Hilman mengatakan, di antara issue yang disampaikan Forum SATHU kepada pemerintah melalaui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh di antara yang terkait dengan kondisi dari para asosiasi selama dua tahun ini. Seperti diketahui banyak yang perlu disiapkan setelah Saudi membuka kembali umroh dan haji untuk Indonesia.

"Kondisi objektif PPIU atau bagaimana kita menyikapi kebijakan-kebijakan yang lalu, bagaimana kita juga perlu merumuskan kebijakan ke depan yang kondusif untuk semua," katanya.

Hilman berharap usaha di sektor haji dan umroh dapat kembali normal setelah dua tahun usaha ini lumpuh. Penyebabnya karena Pemerintah Arab Saudi menutup pintu umrah dan haji untuk Indonesia demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Dan Alhamdulillah tentu saja bagi kami prinsipnya adalah kita ingin membangun lagi-lagi sebuah ekosistem ekonomi haji umroh yang baik Indonesia," katanya.

Prof Hilman mengatakan, di masa pandemi ini banyak travel umrah dan haji tiarap karena tidak memiliki paket penerbangan umrah maupun haji. Pemerintah dan asosiasi sepakat ketika umrah haji dimulai semuanya taat terhadap aturan Saudi terkait protokol kesehatan.

"Apalagi pasca Covid-19 ini banyak sekali travel hibernasi selama dua tahun dan kita ingin hangatkan dengan memproyeksikan kembali bagaimana aktivitas umroh dan haji yang efektif yang kondusif, da  aman," katanya.

Hilman percaya bahwa asosiasi memiliki cara bagaimana menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Pada masa pandemi ini pemerintah Indonesia memiliki kebijakan bagaimana menekan penyebaran Covid-19 begitu juga pemerintah Arab Saudi.

"Baik dari perspektifnya kami penyelenggaraan pemerintah maupun swasta yang juga mereka berperan penting dalam menangani jamaah," katanya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini