Dirjen PHU: Perlu Transformasi Sektor Haji dan Umroh

Kamis , 28 Oct 2021, 13:26 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana lambat ini, jamaah umroh mengelilingi Ka
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana lambat ini, jamaah umroh mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menekankan perlunya transformasi di sektor perjalanan haji dan umroh. Hal ini diperlukan untuk keberlangsungan haji di masa mendatang.

 

Terkait

"Saat ini, kami menyadari perlu ada semacam transformasi sumber daya manusia dalam mengelola wisata haji yang berkelanjutan," kata dia dalam kegiatan webinar Konferensi Haji Internasional, Kamis (28/10).

Untuk mencapai wisata haji yang berkelanjutan, diperlukan karyawan yang memiliki keterampilan tinggi dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan tertentu. Pada saat yang sama, dibutuhkan infrastruktur teknologi yang memadai.

Tanpa transformasi digital dan infrastruktur pariwisata, baik di Indonesia maupun Arab Saudi, ia menyebut ada kemungkin ke depannya akan menghadapi banyak kesulitan. Hal ini terutama untuk tujuan bersaing dengan agensi dan vendor lain, yang memainkan bisnis internasional pada periode terakhir.

Tidak hanya itu, Hilman Latief lebih lanjut menyebut agar mencapai tujuan pengelolaan haji berkelanjutan, dibutuhkan pengelolaan yang terbuka, peran serta pemerintah, serta akuntabilitas pengelolaan dari organisasi.

"Tantangan besar bagi industri haji adalah menghadapi perkembangan teknologi dan sistem bisnis yang begitu pesat di kancah global," lanjutnya.

Pasca era-pandemi, setiap pihak disebut menghadapi situasi yang sangat sulit. Banyak agen perjalanan yang menutup usahanya, dan tidak sedikit yang berusaha keras untuk bertahan hidup dengan apa yang mereka miliki sekarang.

Ke depan, ia mengingatkan tantangan yang datang akan lebih besar. Disrupsi yang ada berasal dari pasar global yang semakin terbuka dan liberal, serta berdampak pada urusan haji dan umrah di banyak sektor.

Menurutnya, ketika merencanakan pariwisata haji yang berkelanjutan, semua sektor swasta juga harus bersiap untuk situasi ini. Agen perjalanan menjadi bagian dari sistem global dengan meningkatkan teknologi, infrastruktur, serta kapasitas mereka.

"Seperti yang kita lihat sekarang atau 10 tahun terakhir, ada banyak pemain baru di sektor bisnis ini. Transformasi SDM, teknologi dan infrastruktur, adalah salah satu dimensi terpenting yang harus digarisbawahi keberadaannya oleh agen perjalanan saat ini," ujar dia.

Dari sisi pemerintah, pihaknya disebut harus melihat dan meramalkan kondisi jamaah haji dalam satu dekade ke depan. Ia meyakini, dalam waktu dekat akan ada banyak perubahan peraturan.

Regulasi akan dibuat dibuat mencukupi, namun tetap kuat dalam menopang dunia usaha atau sektor bisnis di Indonesia, sembari melindungi jamaah.

Terakhir, Hilman menyebut kepedulian pemerintah adalah menjaga dan melindungi jamaah. Meski di lapangan, faktanya banyak perubahan yang dilakukan dalam sistem pasar global dalam rangka melayani jamaah Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini