Senin 01 Nov 2021 16:56 WIB

Thailand Sambut Turis Asing Pertama tanpa Karantina

Para pelancong yang tiba wajib bermalam di hotel yang telah ditentukan.

Thailand Sambut Turis Asing Pertama tanpa Karantina. Seorang pria menunggu pelanggan di hotspot turis yang sepi di Jalan Khaosan di Bangkok, Thailand, Selasa (12/1). Thailand memperingati satu tahun sejak pertama kali terinfeksi COVID-19, pada 12 Januari 2020. EPA-EFE/NARONG SANGNAK
Foto: EPA-EFE/NARONG SANGNAK
Thailand Sambut Turis Asing Pertama tanpa Karantina. Seorang pria menunggu pelanggan di hotspot turis yang sepi di Jalan Khaosan di Bangkok, Thailand, Selasa (12/1). Thailand memperingati satu tahun sejak pertama kali terinfeksi COVID-19, pada 12 Januari 2020. EPA-EFE/NARONG SANGNAK

IHRAM.CO.ID, BANGKOK -- Ratusan turis asing yang sudah menerima vaksin Covid-19 dijadwalkan tiba di Bangkok, Senin (1/11), gelombang pertama dalam 18 bulan yang tidak diharuskan menjalani karantina.

Dalam upaya membangkitkan kembali ekonomi pariwisata yang babak belur akibat pandemi, pemerintah Thailand memberikan lampu hijau bagi turis penerima vaksin Covid-19 dari 60 negara lebih, termasuk Amerika Serikat dan China.

Baca Juga

Sejumlah negara Eropa juga masuk ke dalam daftar tersebut karena pejabat berharap dapat memanfaatkan para pelancong dari belahan bumi utara yang hendak menghindari musim dingin. Thailand, salah satu tujuan wisata paling populer di Asia-Pasifik, memberlakukan aturan masuk yang ketat selama 18 bulan.

Aturan itu menuai kritik di industri perjalanan lantaran terlalu membatasi dan memberatkan. Sebelum pandemi, sektor pariwisata menyumbang sekitar 12 persen dari GDP Thailand dan ibu kotanya menjadi kota yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Berdasarkan program nasional yang baru, para pelancong yang tiba wajib bermalam di hotel yang telah ditentukan dan menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum mereka dapat bepergian secara bebas ke seluruh wilayah. Lebih dari 1,9 juta infeksi dan 19 ribu lebih kematian Covid-19 tercatat di Thailand sejak April. Sementara itu, sekitar 42 persen dari 72 juta populasi mereka sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement