Rabu 03 Nov 2021 05:32 WIB

TKHI Diharapkan Mampu Mitigasi Kesehatan Haji

Kesehatan jamaah harus dimitigasi agar tidak sakit

Rep: Ali Yusuf/ Red: Esthi Maharani
Jemaah umroh mengelilingi Ka
Foto: EPA-EFE/SEDAT SUNA
Jemaah umroh mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana berharap Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dapat melakukan mitigasi kesehatan jamaah. Hal itu disampaikan Budi saat sosialisasi manasik kesehatan haji dan supervisi penyelenggaraan kesehatan haji di Banyumas, Selasa (2/11).

"TKHI fungsinya mengawal jamaah tetap sehat. Inilah pentingnya mitigasi," kata Budi Sylvana melalui keterangan tertulisnya kepada Republika.

Budi menyampaikan Pusat Kesehatan Haji tengah berusaha agar jamaah haji tetap sehat sejak berangkat, sampai kembalinya ke tanah air. "Kesehataan jamaah itu harus dilakukkan mitigasi agar jamaah tidak sakit itu yang menjadi konsentrasinya," katanya.

Untuk itu semua para petugas tenaga kesehatan haji harus mulai mengubah mindset dari haji sakit menjadi haji sehat. Dengan mindset ini maka diharapkan tidak akan banyak jamaah haji sakit bahkan meninggal saat ibadah di tanah Suci.

"Kita harus mengubah lagi mindset kita. Inilah yang menjadi tugas petugas kesehatan haji kedepannya," katanya.

Menurutnya, jika petugas kesehatan haji memiliki mindset haji sehat, maka petugas kesehatan tidak perlu banyak membawa obat-obatan ke Tanah Suci.

"Kalau ada jemaah haji yang sakit di sana ada rumah sakit, pemerintah sudah menyediakan rumah sakit, dokter spesialis banyak disiapkan," katanya.

Budi mengatakan, selama ini, jamaah hanya mengenal manasik haji sedangkan manasik kesehatan haji tidak dikenal. Padahal manasik kesehatan haji sangat penting sekali dikenakan kepada calon jamaah haji agar dapat memelihara kesehatannya.

"Kita akan mencoba masukan manasik kesehatan haji menjadi satu program yang dedicated untuk kesehatan jamaah demi mencapai istithaah," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement