Arkeolog Saudi Gali Peradaban Kerajaan yang Terlupakan

Rabu , 03 Nov 2021, 09:20 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Arkeolog di Arab Saudi
Arkeolog di Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, AL-ULA -- Di gurun gersang dan pegunungan Al-Ula di barat laut Arab Saudi, para arkeolog bekerja menggali sisa-sisa kerajaan Dadan dan Lihyan. Dadan merupakan kerajaan yang kuno dan telah lama terlupakan.

 

Terkait

Al-Ula merupakan tujuan wisata unggulan, sejak dibuka pada 2019. Lokasi ini dikenal terutama dengan keberadaan makam megah Madain Saleh, sebuah kota berusia 2.000 tahun yang diukir di bebatuan oleh orang Nabatean, orang-orang Arab pra-Islam yang juga membangun Petra di tetangga Yordania.

Baca Juga

Sebuah tim arkeolog Prancis dan Saudi saat ini berfokus pada penggalian lima situs terdekat, yang terkait dengan peradaban Dadanite dan Lihyanite. Peradaban ini merupakan kekuatan regional penting yang berkembang 2.000 tahun yang lalu.

“Ini adalah proyek yang benar-benar mencoba untuk membuka misteri peradaban,” kata pemimpin misi arkeologi Dadan, Abdulrahman al-Sohaibani, dikutip di Aljazirah, Rabu (3/11).

Kerajaan Dadan disebutkan dalam Perjanjian Lama, sementara Kerajaan Lihyanite adalah salah satu yang terbesar pada masanya. Menurut Komisi Kerajaan untuk proyek tersebut kekuasaan mereka membentang dari Madinah di selatan hingga Aqaba di utara di Yordania modern.

Kira-kira 900 tahun hingga 100 M, kerajaan-kerajaan itu mengendalikan rute perdagangan penting di Saudi tetapi hanya sedikit yang diketahui tentang mereka. Tim ini lantas berharap dapat belajar lebih banyak tentang ritual ibadah, kehidupan sosial dan ekonomi mereka.

Seorang peneliti di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis, Jerome Rohmer, mengatakan penggalian sebelumnya terbatas pada area cagar alam utama. Timnya hanya ingin memiliki gambaran menyeluruh tentang kronologi situs, tata letak situs, budaya materialnya, serta ekonominya.

“Ini adalah proyek komprehensif di mana kami pada dasarnya mencoba menjawab semua pertanyaan ini," ujarnya.

Dengan dorongan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mengubah ekonomi dan masyarakat Arab Saudi, Al-Ula menjadi terkenal. Kerajaan mengandalkan pariwisata karena mencoba membuka diri kepada dunia dan mendiversifikasi ekonominya dari minyak.

Pembangunan Al-Ula merupakan bagian dari upaya melestarikan situs warisan pra-Islam untuk menarik wisatawan non-Muslim dan memperkuat identitas nasional. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini