Petugas Kesehatan Haji Harus Mampu Jaga Kesehatan Jamaah

Rabu , 03 Nov 2021, 16:30 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Petugas kesehatan haji Indonesia sedang menangani jamaah yang sakit saat mabit di tenda Mina (Ilustrasi).
Petugas kesehatan haji Indonesia sedang menangani jamaah yang sakit saat mabit di tenda Mina (Ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Petugas Kesehatan Haji harus mampu mempertahankan Kesehatan jamaah haji sejak berangkat ke tanah suci sampai kembalinya ke tanah air. Untuk itu petugas haji perlu merubah pola pikir dari haji sakit menjadi haji sehat.

 

Terkait

"Kita akan merubah maindset, jamaah sakit menjadi jamaah sehat," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana kepada Republika, Rabu (3/11).

Baca Juga

Budi Sylvana menyampaikan, bahwa saat berangkat haji ke tanah suci, jamaah haji dalam keadaan sehat wal afiat. Maka sudah seharusnya jamaah kembali pulang ke kampung halamannya sehat tanpa kurang sedikit apapun.

"Pergi dalam keadaan sehat, idealnya dia pulang dalam keadaan sehat," ujarnya.

Budi memastikan, secara umum setiap jamaah yang diberangkatkan dalam keadaan sehat. Karena petugas tidak akan berangkatkan jika  jamaah sakit sejak di tanah air.

"Tidak ada jamaah, ada satu dua tapi secara umum jamaah pergi dalam keadaan sehat dan seharusnya pulang dalam keadaan sehat, kecuali tuhan berkehendak lain," katanya.

Untuk itu pentingnya petugas kesehatan haji melakukan mitigasi kesehatan jamaah, sehingga penyakit yang ada pada jamaah haji tidak semakin parah. Usaha mitigasi dapat mengurangi resiko angkat kematian pada jamaah haji di Arab Saudi.

"Artinya jamaah kondisi kesehatannya kalau dilakukan mitigasi Insya Allah bisa kurang angka kematiannya," katanya.

Budi mengatakan, selama ini kita sudah terbelanggu, bahwa kesehatan haji itu harus dokter, perawat. Padahal itu merupakan pola pikir yang membuat jamaah kita sudah dianggap bakal sakit.

"Karena kita sudah diracuni dengan kita ini jamaah akan sakit," katanya.

Budi memastikan, sebagai petugas kesehatan haji, bagaimana terus berupaya agar dapat menjaga kesehatan jamaah sejak berangkat sampai kembalinya ke tanah air. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mitigasi kesehatan jamaah.

"Kita menjaga orang pergi sehat dan pulang dalam keadaan sehat. Makanya harus dilakukan mitigasi jamaah ini jangan sampai sakit," katanya.

Budi mengatakan, mitigasi menjadi petugas kesehatan haji kedepannya, khususnya tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI). Jika sudah dilakukan mitigasi masih ada yang sakit maka jamaah tinggal dibawa ke RS.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini