Perbankan Syariah Dinilai Perlu Ikuti Perkembangan Fintech

Senin , 08 Nov 2021, 11:37 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Esthi Maharani

IHRAM.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta Program Pendidikan Perbankan Syariah selalu mengikuti perkembangan keuangan termasuk financial technology (Fintech). Menurutnya, mengikuti perkembangan dunia keuangan adalah hal penting yang harus dilakukan semua pihak yang fokus pada bidang tersebut, termasuk para mahasiswa yang mengambil Prodi Perbankan Syariah.

 

Terkait

"Dalam mengembangkan Prodi Perbankan Syariah harus selalu up to date dengan perkembangan terkini di keuangan termasuk perkembangan fintech," kata Emil, Senin (8/11).

Baca Juga

Emil meyakini, ketika para mahasiswa dan milenial mengikuti perkembangan dunia keuangan dan fintech, akan mampu memberikan pemahaman yang baik dan lebih kepada masyarakat luas. Apalagi saat ini, lanjut Emil, tengah marak platform kredit atau pinjaman online (pinjol) ilegal yang beredar bebas di masyarakat.

"Ini akan memberikan sebuah perspektif yang baru mengenai apa yang terjadi akhir-akhir ini banyak yang ketukar mengenai fintech. Orang pikir fintech itu hanya pinjol,"ujarnya.

Emil menjelaskan, kebanyakan platform pinjol ini menawarkan kemudahan dalam mengajukan pinjaman. Namun di sisi lain, pinjol ini bunganya sangat tinggi dan selalu menggunakan ancaman yang meneror penggunanya.

Emil mengatakan, fintech harus lebih akrab dengan perbankan syariah. Karena mampu mendekatkan apa yang dimiliki pemodal dan apa yang menjadi kebutuhan pengusaha atau orang yang membutuhkan bantuan modal. Dalam fintech, pemodal akan mengetahui kemana uang atau modal yang diberikan akan disalurkan. Hanya saja diperlukan akad yang lebih jelas.

"Nah ini kan prinsip-prinsip keterbukaan, ini yang seharusnya membawa efisiensi bukan malah menambah beban bagi masyarakat," kata dia.

Ia pun berharap agar para akademisi dan mahasiswa ikut ambil bagian dan berkontribusi terhadap perkembangan perbankan syariah di Jawa Timur dan Indonesia. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman terkait perbankan syariah ataupun fintech kepada masyarakat.

"Harapan kita tentunya semakin banyak sumber daya manusia yang melek perbankan syariah dan kemudian mampu menjawab juga realita yang baru-baru ini berkembang dalam hal digitalisasi, landscape perekonomian yang baru, sehingga perbankan syariah akan semakin berkembang didorong dari SDM-nya," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini