Kamis 11 Nov 2021 19:45 WIB

Malaysia akan Buka Kedatangan Internasional

Pembukaan perbatasan merupakan upaya untuk hidupkan sektor wisata Malaysia.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Seorang siswa sekolah menengah, tengah, menerima dosis vaksin Pfizer terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksin di Shah Alam, Malaysia, Senin, 20 September 2021.
Foto: AP/Vincent Thian
Seorang siswa sekolah menengah, tengah, menerima dosis vaksin Pfizer terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksin di Shah Alam, Malaysia, Senin, 20 September 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Malaysia akan membuka kembali perbatasannya untuk pengunjung internasional paling lambat pada 1 Januari 2022. Dewan penasihat pemerintah pada Kamis (11/11) mengatakan, pembukaan perbatasan merupakan upaya menghidupkan kembali sektor pariwisata Malaysia.

Malaysia secara bertahap membuka kembali perekonomian dalam beberapa pekan terakhir. Malaysia melonggarkan pembatasan karena tingkat infeksi virus korona telah melambat, dan program vaksinasi semakin ditingkatkan. Sekitar tiga perempat dari 32 juta penduduk Malaysia telah divaksinasi.

Baca Juga

Ketua dewan penasihat pemerintah untuk pemulihan ekonomi Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengatakan, tanpa pembukaan perbatasan pemulihan industri pariwisata berjalan lambat. Dia mencatat, operator membutuhkan waktu untuk melanjutkan bisnis.

Muhyiddin mengatakan, pemerintah tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat seiring pembukaan kedatangan bagi wisatawan asing. Pemerintah menerapkan syarat tes Covid-19. Sementara otoritas terkait menentukan wisatawan yang masuk ke Malaysia berdasarkan situasi pandemi di negara asal, dan faktor lainnya.

Muhyiddin tidak menjelaskan kapan tanggal pasti untuk pembukaan kembali akan diumumkan. Dia mengatakan keputusan itu masih dirinci oleh badan-badan kesehatan dan keamanan.

Pekan ini, Malaysia mengumumkan akan meluncurkan koridor perjalanan dengan negara tetangga Singapura, pada 29 November. Hal ini memungkinkan perjalanan bebas karantina untuk orang-orang di kedua negara yang telah divaksinasi. Indonesia juga telah sepakat memperkenalkan koridor perjalanan serupa secara bertahap. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement