Rabu 17 Nov 2021 08:28 WIB

Harga Gas Melonjak Setelah Kemunduran Operasional Pipa Rusia

Harga gas sudah tinggi sebelum kemunduran terbaru proyek pipa Nord Stream 2.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Pipa gas (ilustrasi)
Foto: ISNA
Pipa gas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Harga bahan bakar gas di Inggris dan Uni Eropa telah meningkat sebesar 17 persen setelah regulator energi Jerman menangguhkan persetujuan pipa gas alam Nord Stream 2 yang kontroversial dari Rusia ke Jerman, seperti dilansir dari BBC, Rabu (17/11).

Otoritas Jerman mewajibkan perusahaan yang mengoperasikan pipa gas harus mematuhi hukum negara tersebut sebelum mengesahkan proyek senilai 10 miliar euro itu. Pembangunan pipa gas alam Nord Stream 2 ditargetkan selesai pada bulan September lalu.

Baca Juga

Dibangun di bawah Laut Baltik, keberadaan pipa Nord Stream 2 akan menggandakan ekspor gas Moskow ke Jerman. Namun, jalur pipa ini akan menghindari wilayah Ukraina, yang bergantung pada jaringan pipa untuk pendapatan negara dan akan sangat terpukul oleh hilangnya biaya transit.

Bisnis Jerman telah banyak berinvestasi di jalur pipa sepanjang 1.225 kilometer (km) dan mantan Kanselir Gerhard Schröder telah memainkan peran besar dalam pengembangannya.

Harga gas sudah tinggi sebelum kemunduran terbaru untuk proyek ini. Musim dingin yang ekstrem di Eropa tahun lalu memberikan tekanan lebih lanjut pada pasokan dan sebagai akibatnya, tingkat gas yang disimpan jauh lebih rendah dari biasanya.

Regulator Jerman mengatakan untuk mensertifikasi operator pipa Nord Stream 2 perlu diatur dalam bentuk hukum di bawah hukum Jerman. Keputusan tersebut kemungkinan akan membuat proyek mundur beberapa bulan dan bahkan ketika proyek ini sudah mendapat persetujuan dari regulator Jerman, tetap akan memerlukan 'lampu hijau' dari Komisi Eropa.

Regulator mengatakan prosedur persetujuannya akan tetap ditangguhkan sampai aset utama dan sumber daya manusia telah ditransfer dari perusahaan induk Nord Stream 2 yang berbasis di Swiss ke anak perusahaannya di Jerman, yang memiliki dan mengoperasikan bagian pipa Jerman.

Ukraina menentang Nord Stream 2, yang digambarkan oleh Presiden Volodymyr Zelensky sebagai senjata geopolitik berbahaya.

Pekan ini Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pilihan akan segera datang antara semakin banyak mengalirkan hidrokarbon Rusia di jaringan pipa baru raksasa dan membela Ukraina dan memperjuangkan perdamaian dan stabilitas.

Kanselir Jerman Angela Merkel baru-baru ini mengatakan bahwa sanksi lebih lanjut mungkin akan dikenakan pada Rusia jika Rusia menggunakan pipa itu untuk melawan Ukraina.

Keputusan regulator Jerman untuk menangguhkan sertifikasi telah disambut oleh perusahaan energi Ukraina Naftogaz. Dan perusahaan gas Polandia PGNiG menanggapi dengan seruan solidaritas energi di Uni Eropa (UE) untuk memastikan keamanan pasokan.

Sementara itu, konsorsium Nord Stream 2 menolak mengomentari kemungkinan penundaan ekspor gas.Di bawah arahan gas Uni Eropa, produsen gas harus terpisah dari perusahaan yang memiliki pipa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement