Film Bollywood Sooryavanshi Dikritik Promosikan Islamofobia

Jumat , 19 Nov 2021, 06:15 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Film (ilustrasi)
Film (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI – Film Bollywood Sooryavanshi yang baru dirilis telah mendapat kecaman karena mempromosikan Islamofobia dan sentimen anti-Muslim. Film yang disutradarai oleh Rohit Shetty menceritakan polisi yang menyelamatkan India dari serangan teroris yang dilakukan oleh kelompok Islam.

 

Terkait

Dalam kolom di The Washington Post, Wartawan India Rana Ayyub mengupas tentang Sooryavanshi. Dia menilai, film itu telah melanjutkan agenda anti-Muslim seperti yang dilakukan Perdana Menteri India Narendra Modi. “Sooryavanshi berbahaya karena mengandung Islamofobia,” kata Rana.

Baca Juga

Gambaran kebencian terlihat dari seorang pria Muslim yang menjalani kehidupan rumah tangga dengan menyamar sebagai seorang Hindu. Saat dia dihadapkan tentang rencana terornya, istrinya dibunuh oleh kaki tangannya. Oleh karena itu, Rana menyebut Sooryavanshi telah mempromosikan konspirasi cinta jihad.

“Gambaran Islamofobia dalam film sangat kental. Karakter Hindu yang diperankan Akshay Kumar memberikan pelajaran tentang patriotism dan karakter antagonis Muslim merespons dengan kebencian,” ujar dia.

Kritik Rana telah memicu pertikaian atas film yang sangat sukses di bioskop. Beberapa kelompok hak sipil yang berbasis di Amerika Serikat, seperti Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Keadilan untuk Semua (JFA), dan Dewan Muslim India-Amerika (IAMC) mendesak bioskop untuk tidak memutar film kontroversial tersebut.

Koordinator Penelitian dan Advokasi CAIR Huzaifa Shahbaz mengatakan Sooryavanshi merupakan bentuk dari kefanatikan anti-Muslim dan berbahaya dalam industri film. Film itu sengaja dirancang untuk menggambarkan Muslim dan Islam sebagai ancaman.

“Di saat kejahatan kebencian terhadap Muslim dan minoritas lainnya meningkat di India, film ini hanya berfungsi untuk membahayakan Muslim dan berkontribusi pada kebencian dan permusuhan yang dihadapi oleh Muslim di India,” kata Shahbaz dalam sebuah pernyataan.

Dilansir Kashmir Media Service, Kamis (18/11), Pemimpin Justice for All (JFA) Zahir Adel mengatakan film seperti Sooryavanshi berperan dalam kekerasan anti-Muslim di India. “Sooryavanshi adalah salah satu film yang menyampaikan narasi bahwa Muslim India tidak dapat dipercaya. Film-film semacam itu mengarah pada kekerasan terhadap Muslim di India. Film ini diputar di AS dan tidak diragukan lagi akan memicu Islamofobia,” kata Adel.

Direktur Eksekutif IAMC Rasheed Ahmed juga mengkritik Bollywood. “Film India secara khusus menjadi bentuk Islamofobia yang mempromosikan propaganda dan kebohongan mayoritas Hindu, menyebarkan kebencian, dan menghasut kekerasan terhadap Muslim,” ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini