Jumat 19 Nov 2021 13:48 WIB

Jokowi: Perusahaan Sawit dan Tambang Harus Buat Persemaian

Itu harus dilakukan demi mengurangi kerusakan lahan dan memperbaiki lingkungan.

Sejumlah aktivis lingkungan dari Yayasan Hutan Alam dan Konservasi Aceh (HAkA) menunjukkan lokasi perambahan kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil di Desa Lhok Raya, Trumon Tengah, Aceh Selatan, Aceh, Ahad (24/10/2021). Perambahan dan pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit di dalam kawasan konservasi suaka margasatwa kian marak karena lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Sejumlah aktivis lingkungan dari Yayasan Hutan Alam dan Konservasi Aceh (HAkA) menunjukkan lokasi perambahan kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil di Desa Lhok Raya, Trumon Tengah, Aceh Selatan, Aceh, Ahad (24/10/2021). Perambahan dan pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit di dalam kawasan konservasi suaka margasatwa kian marak karena lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan memaksa pihak swasta untuk ikut menyiapkan pusat persemaian bibit (nursery center). Langkah itu harus dilakukan demi mengurangi kerusakan lahan dan memperbaiki lingkungan.

"Saya juga akan memaksa, mengharuskan semua perusahaan kelapa sawit, perusahaan pertambangan untuk juga menyiapkan nursery-nursery seperti ini sehingga juga terjadi perbaikan-perbaikan di lingkungan di mana pertambangan itu ada, di mana kebun sawit itu ada," kata Presiden Jokowi di Persemaian Modern Rumpin di Kecamatan Rumpin, Bogor, Jumat (19/11).

Baca Juga

Dalam peninjauan tersebut, sejumlah duta besar (dubes) negara sahabat juga akan turut serta. Para dubes tersebut turut bergabung sejak dari Istana Bogor. "Kita akan membikin dalam tiga tahun ke depan, kurang lebih 30 seperti ini dari pemerintah," tambah Presiden.

Tujuan pendirian pusat persemaian tersebut adalah untuk mengurangi kerusakan lingkungan di hulu. "Kita harapkan di bulan Januari (2022), bibit-bibit ini sudah mulai keluar untuk ditanam di tempat-tempat yang sering banjir, yang sering longsor, yang memerlukan rehabilitasi untuk lahan-lahan kritis," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi pun menunjukkan sejumlah bibit yang sudah dikembangkan di pusat persemaian tersebut antara lain bibit akasia, sengon, eukaliptus, jati, hingga bibit mahoni. "Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menangani dampak dari perubahan iklim dan kita tunjukkan ini 'nursery center' ini yang setahun bisa memproduksi kurang lebih 12 juta bibit," tegas Presiden.

Para dubes yang hadir antara lain Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Yong Kim, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Cameron MacKay, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket, dan Country Director Bank Dunia Satu Kahkonen.

Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin berdiri di atas lahan seluas 159,58 hektare yang terdiri atas zona perbenihan, zona kelola masyarakat, zona diklat, dan zona koridor pengembangan usaha dengan kapasitas produksi sekitar 16 juta bibit.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement