Penyakit Penyerta yang Menyebabkan Jamaah Haji Wafat

Senin , 22 Nov 2021, 16:15 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Esthi Maharani
Jemaah umroh mengelilingi Ka
Jemaah umroh mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit saluran pernapasan dan jantung menjadi penyebab wafat jamaah haji. Hal ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2018 dan 2019.

 

Terkait

"Data Kementerian Kesehatan tahun 2018 dan 2019 juga menunjukkan bahwa penyebab wafat jamaah haji di Arab Saudi adalah penyakit saluran pernapasan dan jantung," tulis M Imran S Hamdani dalam bukunya Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19 Penyelenggaraan Berbasis Resiko.

Baca Juga

Imran mengatakan, virus SARS-CoV-2 yang menyerang saluran pernapasan dikhawatirkan dapat memperburuk situasi tersebut. Ia mengatakan, tidak hanya bagi mereka yang telah menderita penyakit saluran pernapasan penyakit, Covid-19 dapat meningkatkan risiko kematian bagi mereka yang menderita penyakit komorbiditas lainnya.

Jenis penyakit penyerta (komorbiditas) yang banyak diderita oleh jamaah haji Indonesia adalah hipertensi, diabetes, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan penyakit jantung. Penderita covid-19 dengan komorbiditas telah meningkatkan risiko untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Imran menyampaikan, berdasarkan data satuan tugas penanganan Covid-19 2020, disebutkan bahwa penderita hipertensi tekanan darah tinggi adalah pasien yang terbanyak. Yaitu lebih dari 50 persen terjangkit Covid-19 dan mendapat perawatan di rumah sakit.

"Penderita komorbiditas lainnya yang juga beresiko memberat dengan Covid-19 adalah diabetes dan penyakit jantung," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2018 dan 2019, hipertensi merupakan komoditas terbanyak dari kelompok jamaah ristk disusul penderita diabetes, penyakit paru menahun dan penyakit jantung.

Imran menuturkan, penderita Covid-19 dengan hipertensi, beresiko menderita gejala yang lebih berat dan lebih lama dalam perawatan di rumah sakit dan di ICU. Penderita hipertensi berisiko meninggal 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan penyakit komorbiditas lainnya.

Sementara itu penderita diabetes juga memiliki kemungkinan yang sama dengan penderita hipertensi terkait gejala Covid-19 sehingga perlu mendapat perawatan yang lama di rumah sakit maupun ICU. Penderita diabetes sangat rawan terhadap infeksi sekunder saat terinfeksi Covid-19 dan risiko untuk meninggal 3 kali lebih tinggi dibandingkan komorbiditas lain.

Penderita PPOK biasanya disertai dengan penyakit lain, seperti hipertensi dan penyakit jantung. Sehingga meningkatkan risiko secara signifikan terhadap gejala Covid-19 yang berat bahkan hingga meninggal dunia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini