Seniman Dunia Dukung Sally Rooney terhadap Penerbit Israel

Selasa , 23 Nov 2021, 16:39 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Bendera Irlandia
Bendera Irlandia

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sekelompok seniman terkemuka dari seluruh dunia memuji keputusan penulis terkenal Irlandia, Sally Rooney, untuk ikut melakukan boikot budaya Israel dengan menolak menjual hak terjemahan buku terbarunya ke sebuah penerbit Israel.

 

Terkait

Awal tahun ini, Rooney menolak tawaran untuk mengizinkan novel terbarunya diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani oleh sebuah perusahaan penerbit Israel Modan. Modan Publishing House menyatakan bahwa Rooney telah menolak permintaan untuk menterjemahkan ke bahasa Ibrani dari novelnya yang berjudul " Beautiful World, Where are You?"

Baca Juga

Perusahaan penerbitan Israel ini telah menerjemahkan dua novel pertama Rooney dan sebelumnya bekerja dengan Kementerian Pertahanan Israel. Modan bekerja dalam kemitraan dengan pemerintah Israel, memproduksi dan memasarkan buku-buku untuk Rumah Penerbitan Kementerian Pertahanan.

Keputusan Rooney tersebut lantas memicu kemarahan di Israel. Dua rantai buku Israel mengatakan mereka akan menarik buku-buku Rooney dari rak mereka.

Akan tetapi, sekelompok seniman yang terdiri dari penulis, penyair, dan dramawan pada Senin (22/11) memuji keputusan Rooney dan menggambarkannya sebagai tanggapan teladan terhadap ketidakadilan yang meningkat di Palestina. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk surat terbuka.

Surat yang diorganisir oleh kelompok Artists for Palestine itu telah mendapat tanda tangan dari sedikitnya 70 seniman. Di antara penulis, penyair dan dramawan yang menandatangani surat terbuka yang mendukung keputusan Rooney adalah Niamh Campbell dan Kevin Barry dari Irlandia; Rachel Kushner, Eileen Myles dan Eliot Weinberger dari AS; Monica Ali, Caryl Churchill, China Mieville dan Kamila Shamsie dari Inggris.

"Dalam mendukung Sally Rooney, kami menegaskan kembali tanggung jawab itu. Seperti dia, kami akan terus menanggapi seruan Palestina untuk solidaritas yang efektif, sama seperti jutaan orang yang mendukung kampanye melawan apartheid di Afrika Selatan," tulis surat terbuka itu, dilansir di Middle East Eye, Selasa (23/11).

"Apartheid Israel, kata mereka, 'didukung oleh keterlibatan internasional, itu adalah tanggung jawab kita bersama untuk memperbaiki kerusakan ini," tambah tulisan tersebut.

Di antara penandatangan surat dukungan tersebut adalah penulis pemenang penghargaan Kamila Shamsie, yang hadiah sastranya ditarik karena dukungannya terhadap Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi. Shamsie menolak karyanya diterbitkan di Israel atas dasar bahwa tidak ada penerbit Israel yang sepenuhnya terlepas dari negara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini