Ledakan Operasi Plastik di Kalangan Muda Iran

Rabu , 24 Nov 2021, 05:50 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Operasi plastik.  (ilustrasi)
Operasi plastik. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, TEHERAN -- Operasi plastik telah sangat populer di kalangan anak muda di Iran selama beberapa dekade. Namun, sejak Covid-19, tren tersebut telah mendapatkan momentum yang serius. Semakin banyak orang Iran yang menunjukkan minat untuk mengubah penampilan mereka, terlepas dari risiko yang sangat nyata.

 

Terkait

Salah satu dari banyak orang di Iran yang telah menjalani operasi plastik sejak awal pandemi Covid-19 adalah Assal. Wanita berusia 21 tahun itu telah lama terobsesi dengan hidungnya. Sampai saat ini, dia merasa terlalu sadar diri tentang penilaian orang lain. Sehingga, ia melakukan apapun tentang hal itu.

"Saya ingin menghilangkan benjolan di hidung saya untuk waktu yang cukup lama, tetapi saya selalu takut dengan operasi, terutama karena saya tidak ingin rekan kerja saya mengetahuinya," ungkap Assal kepada Middle East Eye, dilansir Senin (22/11).

Di bawah aturan pembatasan karena pandemi, mereka bekerja dari rumah. Itulah sebabnya Assal memutuskan untuk mengambil kesempatan untuk melakukan operasi plastik dan menyelesaikan pekerjaan itu.

"Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan, saya pikir hidung saya terlihat lebih cantik sekarang daripada sebelumnya," ujarnya dengan perban masih terbentang di hidungnya.

Seorang dokter spesialis bedah plastik dan kosmetik mengatakan kepada kantor berita ISNA pada Maret lalu, bahwa setelah merebaknya pandemi Covid-19, keinginan untuk operasi kosmetik mengalami peningkatan. Hal itu menurutnya disebabkan fakta bahwa sejumlah besar pegawai pemerintah tidak perlu lagi hadir secara fisik di tempat kerja mereka, dan juga universitas dan sekolah ditutup.

Di samping itu, fakta bahwa banyak orang memiliki lebih banyak waktu luang. Menurutnya, lebih dari enam bulan kemudian, jumlahnya masih terus meningkat.

"Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pasien yang datang ke klinik saya dan rekan-rekan yang meminta operasi kosmetik meningkat secara signifikan," kata Ali Ataei, spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), kepada MEE.

"Pada bulan-bulan awal pandemi, ketika banyak klinik bedah kosmetik tutup, kami tidak melakukan operasi, tetapi beberapa rekan dokter melakukannya di klinik mereka sendiri secara diam-diam," tambah Ataei.

Operasi kosmetik yang paling umum dilakukan di Iran adalah operasi hidung (rhinoplasty). Namun, jenis operasi plastik lainnya juga semakin populer, seperti pembesaran payudara, pengangkatan alis dan kelopak mata, dan operasi rekonstruktif seperti prosedur pembentukan tubuh.

Body contouring (pembentukan tubuh), atau body sculpting, adalah sejenis operasi plastik yang bertujuan untuk membentuk kembali bagian-bagian tubuh. Operasi ini bisa melibatkan penghilangan lemak, penyuntikan ulang di bagian tubuh yang berbeda, dan pencukuran tulang.

Warga Iran lainnya, Elnaz (26), baru-baru ini menjalani operasi pembesaran payudara. Ia mengaku merasa selalu tidak senang dengan ukuran payudaranya yang kecil, sehingga banyak gaun untuk pesta yang dinilainya tidak cocok untuknya.

Elnaz bekerja sebagai sekretaris untuk sebuah perusahaan. Karena itu, dia memutuskan untuk menjalani prosedur operasi kosmetik selama pandemi ini.

"Karena kerja jarak jauh, pekerjaan saya berkurang hampir nol, dan saya tidak punya banyak pekerjaan kecuali menyiapkan surat dan mengirim beberapa email perusahaan. Itu sebabnya saya memutuskan untuk menyelesaikannya," ujar Elnaz.