Hikmah Taat kepada Allah

Kamis , 25 Nov 2021, 18:18 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
Berdoa (Ilustrasi)
Berdoa (Ilustrasi)

Dalam Alquran, perintah taat sering disebutkan. Apa maknanya? 

 

Terkait

Secara bahasa, taatitu sebenarnya tidak hanya tunduk secara terpaksa. Tunduknya itu juga dengan sukarela. Makanya, Allah berfirman, misalnya, dalam surah Ali Imran ayat 83. Afaghaira diinillaahi yabghuuna wa lahuu aslama man fis samaawaati wal ardhi thaw `aw wa karhaa. Artinya, Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada- Nya, (baik) dengan sukarela maupun terpaksa. 

Jadi, memang ada ketaatan tanpa paksaan.Nah, kita sebagai Muslimin mengetahui, manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada- Nya. Inti dari beribadah adalah taat, yaitu tunduk pada perintah-perintah Allah. Semua yang diperintahkan-Nya dikerjakan. Semua larangan- Nya dijauhi.

 

Bagaimana kiat menjadi seorang Mukmin yang taat?

Jika untuk urusan dunia saja kita harus serius dan profesional, mengapa tidak juga untuk akhirat? Taat kepada Allah pun harus dilakukan dengan profesional. Banyak ulama membahas soal profesionalitas dalam ketaatan. Maksudnya, ini isyarat bagi kita bahwa profesional itu bukan hanya dalam urusan-urusan pekerjaan duniawi, tetapi juga ketaatan kita kepada Allah. 

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menyertakan bab khusus, yakni Al- Iqtishadu fit Tha'ah. Artinya, profesionalitas dalam ketaatan. Di situ, ia menyebutkan sebuah hadis dari Siti `Aisyah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. 

Dalam hadis itu, Rasulullah SAW menegur seorang temannya `Aisyah yang sangat rajin beribadah sampai-sampai lupa waktu, Hendaknya dia menghentikan kebiasaannya itu dan beramal sesuai dengan kemampuannya. Demi Allah, Allah tidak bosan sampai kamu sendiri yang merasa bosan.

 

Berarti, orang hendaknya taat kepada Allah sesuai kadar yang dimiliki?

Ya, dan konsistensi juga penting. Rasulullah SAW juga bersabda, Sebaik-baik amalan di sisi Allah itu adalah yang dikerjakan secara terus menerus. Dari hadis ini, Imam Nawawi dan para ula ma lainnya memberikan keterangan, profesional dalam ketaatan itu dianjurkan Nabi SAW.Dan, itu diringkas Imam Nawawi menjadi empat kaidah penting.