Hikmah Taat kepada Allah

Kamis , 25 Nov 2021, 18:18 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
Berdoa (Ilustrasi)
Berdoa (Ilustrasi)

Sering dikatakan, ikhlas menjadi kata kunci untuk ketaatan. Bagaimana mencapai derajat ikhlas? 

 

Terkait

Benar, ikhlas adalah kata kunci untuk taat kepada-Nya. Dalam konsep beribadah, amalan- amalan hati itu lebih prioritas atau lebih diperhati kan daripada amalan-amalan yang sifatnya fisik.Jika amalan hatinya baik, insya Allah akan menjadi amalan fisik yang baik. Namun, ketika amalan fisik baik, belum tentu amalan hatinya ikut baik.

Amalan hati yang paling penting dan paling sulit dilakukan adalah ikhlas. Para ulama mengatakan, dua hal yang menjadi pengotor hati manusia sehingga sukar ikhlas dalam beribadah.Pertama, niatan untuk mendapatkan pujian.Kedua, hasrat untuk mendapatkan dunia.

Lantas bagaimana cara mencapai ikhlas?

Pertama, gantilah kegelisahan kita terhadap dunia menjadi kegelisahan terhadap akhirat.Maka, kita akan tergerak untuk melakukan semua amalan hanya untuk Allah.

Kedua, khawatirlah dengan amalan-amalan kita. Takutlah kalau amalan kita tidak diterima oleh Allah. Ketiga, tafakur diri. Introspeksi bahwa kita ini masih kurang banyak amal salehnya.Keempat, dan ini dinasihatkan para ulama juga, ialah senantiasa menyembunyikan amalan.Dengan begitu, lebih selamat dari ujian. Sebab, terkadang hati tidak kuat kalau dipuji-puji orang lain. Kelima, jangan meremehkan amalan-amalan kecil. Bisa jadi amalan kecil itulah yang justru, karena dikerjakan secara ikhlas, menjadi penyebab kita masuk surga. 

Dalam hidup, seorang insan sering tergelincir dalam kesalahan dan dosa.Bagaimana kiat agar tobat bisa betul-betul mengubah diri menjadi lebih taat kepada Allah?

Agar betul-betul mengubah karakteristik seseorang, maka tobatnya haruslah sampai ke level nasuha. Allah SWT telah memerintahkan be g itu, seperti tersirat dalam Alquran surah at-Tahrim ayat 8. Nah, seperti apakah tobat nasuha itu? 

Dalam Tafsir Ibnu Katsirdijelaskan, tobat nasuha adalah bahwa seseorang bertobat dari satu dosa. Orang itu pun berkomitmen untuk tidak mengulanginya dosa yang sama lagi. Syarat tobat itu sendiri ada tiga, pertama adalah al-Iqla.

Maknanya, betul-betul meninggalkan maksiat. Kedua, an-Nadam, yakni menyesali dosa-dosa yang lalu. Ketiga, mesti ada al-Azm, yakni keingingan yang kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah itu, insya Allah, tobatnya diterima oleh Allah.

Makanya, momen yang penting itu justru setelah bertobat. Banyak orang yang, setelah tobat, justru balik lagi ke masa lalunya. Makanya, Imam Ghazali menyebutkan dalam kitabnya, Ihya' Ulum ad-Din, lima tips setelah bertobat. Kami istilahkan itu dengan 5 M. Yakni, mu'aha dah, mujahadah, muraqabah, muhasabah, dan mu'aqabah.