Mengenal Lebih Dekat Al Aqsha

Kamis , 25 Nov 2021, 18:18 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
Warga Palestina lari dari bom suara yang dilemparkan oleh polisi Israel di depan kuil Dome of the Rock di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, Jumat (21/5), ketika gencatan senjata mulai berlaku antara Hamas dan Israel setelah perang 11 hari. .
Warga Palestina lari dari bom suara yang dilemparkan oleh polisi Israel di depan kuil Dome of the Rock di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, Jumat (21/5), ketika gencatan senjata mulai berlaku antara Hamas dan Israel setelah perang 11 hari. .

Masjid seluas 100 m persegi ini terletak di samping tembok barat al-Aqsha. Kaum zionis kerap memicu konflik di sana karena merasa tembok masjid tersebut adalah bagian dari sisasisa Haikal Sulaiman, yakni Tembok Ratapan. Dalam area al-Aqsha, tepatnya pada sisi barat daya, terdapat Masjid al-Magharibah yang dibangun Sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Selain itu, ada pula Mushalla an-Nisa.

 

Terkait

Dahulu, bagian dari Tanah Suci ini, sesuai namanya, menjadi tempat bagi jama ah perempuan. Namun, kini ia merupakan pusat perpustakaan al-Aqsha. Adapun pada sisi tenggara al-Aqsha, ada Mushalla al-Marwani. Bangunan seluas 4.000 m persegi itu didirikan Khalifah Walid bin Abdul Malik. Sewaktu al-Quds diserbu Pasukan Salib, bagian al-Aqsha ini diubah menjadi kandang kuda.

Masjid al-Aqsha memiliki sebanyak 15 gerbang yang terletak di sepanjang tembok pagarnya. Mereka adalah Gerbang al-Qaththanin, al- Mathharah, as-Silsilah, al-Magharibah, an-Nazhir, al-Hadid, al- Ghawanimah, al-Asbath, al-Hiththah, dan al-Atam. Gerbang al-Magharibah disebut pula Ger bang Buraq karena dekat dengan tembok Masjid al-Buraq.

Namun, ada satu gerbang pada tembok tersebut yang kini sudah ditutup paksa Yahudi karena di klaim sebagai bagian dari Tembok Ratapan. Itu dinamakan sebagai Gerbang Nabi karena diyakini Na bi SAW masuk ke dalam al-Aqsha melaluinya. Senasib dengan Gerbang Nabi ialah Gerbang ar-Rah mah, al- Janaiz, al-Muzdawaj, dan al-Munfarid. Keempatnya telah diblokade permanen pihak zionis.

Seperti halnya Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi, pesona Masjid al-Aqsha pun diperindah de ngan adanya menara-menara. Lokasinya berada per sis di atas berbagai gerbang al-Aqsha, seperti Ger bang al-Magharibah, as-Silsilah, atau al-Asbath. Selain menara, ada pula kubah-kubah yang memiliki kekhasan tersendiri dalam al-Aqsha. Di samping kubah emas dan perak yang terpasang pada Masjid Qubbat ash-Shakhrah dan Jami' Qibli, terdapat beberapa kubah lagi yang menarik perhatian.

Misalnya, Kubah Nabi yang terletak di sisi barat Qubbat ash-Shakhrah. Kubah yang dibangun pada abad ke-16 M itu menandakan titik tempat Nabi SAW diyakini pernah mendirikan shalat saat Isra-Mi'raj. Namun, tak ada keterangan yang sahih untuk memastikan klaim ini. Berdasarkan hadis-hadis, beliau memang masuk Masjid al-Aqsha dan berjalan di dalamnya sehingga memunggungi ash-Shakhrah, lalu shalat. Namun, di titik mana persis nya dalam al-Aqsha beliau shalat, tidak ada yang tahu.