Paus Fransiskus Terima Kunjungan PM Lebanon

Kamis , 25 Nov 2021, 21:22 WIB Reporter :Kamran Dikarma/ Redaktur : Muhammad Hafil
Paus Fransiskus Terima Kunjungan PM Lebanon. Foto: Paus Fransiskus menyampaikan pidatonya selama audiensi umum mingguannya di Aula Paulus VI di Vatikan, Rabu, 24 November 2021.
Paus Fransiskus Terima Kunjungan PM Lebanon. Foto: Paus Fransiskus menyampaikan pidatonya selama audiensi umum mingguannya di Aula Paulus VI di Vatikan, Rabu, 24 November 2021.

IHRAM.CO.ID, VATIKAN – Paus Fransiskus menerima kunjungan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati ke Vatikan, Kamis (25/11). Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus mengatakan akan segala upaya untuk membantu Lebanon bangkit dari krisis.

 

Terkait

Paus Fransiskus dan Mikati melakukan pertemuan secara pribadi selama sekitar 20 menit. Mereka membahas krisis ekonomi dan sosial yang tengah membekap Lebanon. “Lebanon adalah sebuah negara, sebuah pesan, dan janji yang layak diperjuangkan,” ujar Paus Fransiskus kepada delegasi Lebanon setelah pertemuan dengan Mikati.

Baca Juga

Dia kemudian sempat menyitir kisah Yairus yang termaktub dalam Injil. Dalam kisah itu, Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus berusia 12 tahun yang diyakini telah meninggal. Yesus memberi tahu bahwa gadis itu hanya tertidur. Anak Yairus pun bangkit setelah Yesus memerintahkannya. “Saya berdoa agar Tuhan mengambil tangan Lebanon dan berkata ‘bangkitlah’,” kata Paus Fransiskus seraya menambahkan bahwa negara tersebut sedang melalui masa yang sangat sulit dan buruk dalam sejarahnya.

"Saya meyakinkan Anda tentang doa saya, kedekatan saya dan janji saya untuk bekerja secara diplomatis dengan negara-negara sehingga mereka bersatu dengan Lebanon untuk membantunya bangkit kembali," ujar Paus Fransiskus.

Saat ini Lebanon tengah terlilit krisis ekonomi dan kemanusiaan. Dampak dari keruntuhan keuangan Lebanon pada 2019, membuat sebagian besar masyarakat di sana hidup dalam kemiskinan. Nilai mata uang Lebanon merosot lebih dari 90 persen. Kondisi yang kian sulit, menyebabkan banyak warga di sana bermigrasi.

Donor asing menuntut audit bank sentral dan reformasi keuangan sebelum mereka menggelontorkan dana. Badan-badan PBB telah memperingatkan bencana sosial yang bakal dihadapi Lebanon. Separuh keluarga di negara tersebut memiliki setidaknya satu anak yang tak makan di tengah memburuknya kondisi kehidupan secara drmatis.

Kerumitan di Lebanon turut terjadi karena para politisi memperebutkan kursi kabinet. Setelah satu tahun perselisihan, pemerintahan Mikati akhirnya terbentuk. 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini