Jumat 26 Nov 2021 10:26 WIB

Ketua Partai Arab Israel: Masjid Al Aqsa Hanya Milik Muslim

Masjid Al Aqsa adalah hak khusus Muslim.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah
Ketua Partai Arab Israel: Masjid Al Aqsa Hanya Milik Muslim.  Muslimah menunggu di bawah naungan pohon zaitun untuk memulai salat Jumat di Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem,  Jumat (10/9).
Foto: AP/Mahmoud Illean
Ketua Partai Arab Israel: Masjid Al Aqsa Hanya Milik Muslim. Muslimah menunggu di bawah naungan pohon zaitun untuk memulai salat Jumat di Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Jumat (10/9).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Ketua Partai Arab Bersatu (Ra'am), sebuah partai politik Arab Israel, Mansour Abbas dalam wawancaranya dengan sebuah surat kabar membahas masalah Masjid Al Aqsa (Temple Mount).

"The Temple Mount hanya milik Muslim. Kami bekerja di pemerintah untuk membuat komitmen tidak menyerang Masjid Al Aqsa, tidak untuk melakukan ibadah keagamaan di atasnya oleh non-Muslim karena itu adalah hak khusus Muslim. Saya telah mendedikasikan seluruh hidup saya untuk Masjid Al Aqsa dan tidak ada yang bisa mengkritik saya tentang masalah ini,” katanya.

Baca Juga

"Israel adalah negara Yahudi terlepas dari kita suka atau tidak, dan pertanyaannya adalah apa status kita di negara itu. Saya menganggap diri saya sebagai warga negara dengan kewarganegaraan penuh di Negara Israel dan saya ingin menggunakan semua hak saya,” kata Abbas yang dikutip di Israel National News, Jumat (26/11). 

Dia juga mengajak partai-partai Arab untuk bersama melakukan segala upaya mencegah kembali terplilihnya Benjamin Netanyahu ke kursi perdana menteri. "Kami tidak akan melepaskan hak nasional, agama, dan hak asasi kami dan ini adalah garis merah yang tidak akan kami lewati. Ra'am adalah partai yang paling mewujudkan tujuan agama dan nasionalnya," kata dia.

Sementara itu, mantan perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu baru saja dijatuhi sebagai terdakwa kasus korupsi dalam sidang pertama yang digelar di Yerusalem, Senin (22/11). Netanyahu didakwa telah menipu, melanggar kepercayaan, sekaligus menerima suap. 

https://www.israelnationalnews.com/News/News.aspx/317598

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement