Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Cukur Jenggot

Jumat , 26 Nov 2021, 13:00 WIB Reporter :Rizky Jaramaya/ Redaktur : Esthi Maharani
Mencukur jenggot
Mencukur jenggot

IHRAM.CO.ID, TASHKENT -- Polisi di Uzbekistan telah memaksa puluhan pria Muslim untuk mencukur jenggot mereka. Menurut laporan Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL), selama beberapa pekan terakhir, polisi melakukan pemanggilan terhadap beberapa pria Muslim di kota Yangiyul yang terletak sekitat 20 kilometer selatan ibukota, Tashkent.

 

Terkait

Seorang aktivis lokal, yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan, dalam sebulan terakhir sebanyak 22 pria muslim di kota Yangiyul. mencukur jenggot mereka karena terpaksa. Aktivis tersebut menambahkan bahwa desakan untuk mencukur jenggot merupakan praktik yang sistematis.

Baca Juga

"Hanya pria religius yang dipaksa untuk mencukur jenggot mereka," ujar aktivis itu, dilansir Middle East Monitor, Jumat (26/11).

Seorang warga Yangiyul mengatakan kepada RFE/RL, polisi memaksa mereka mencukur jenggot karena terlihat seperti teroris. "Kami menumbuhkan jenggot karena ini sejalan dengan tradisi Nabi Muhammad. Itu melanggar hak kami," ujarnya.

Kebijakan tersebut telah dikritik oleh kelompok hak asasi selama beberapa tahun. Namun paksaan untuk mencukur jenggot bagi pria Muslim semakin meningkat, sebagai upaya pemerintah untuk menekan Islam radikal. Kebijakan ini mengikuti periode singkat, ketika otoritas Uzbekistan mulai melonggarkan kebijakan garis keras terhadap agama.

Pada Juni, pemerintah Uzbekistan menarik mahasiswa studi Islam di Mesir dan Turki sebagai bagian dari upaya untuk mengontrol dan membatasi interpretasi tertentu tentang Islam yang tidak disetujui oleh Negara. Pada Desember tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS menghapus Uzbekistan dari daftar pengawasan khusus untuk pelanggaran kebebasan beragama. Karena pemerintah Uzbekistan dianggap tidak lagi terlibat atau menoleransi pelanggaran berat kebebasan beragama.

Uzbekistan sebelumnya telah ditetapkan sebagai Negara dengan Perhatian Khusus dari  2006 hingga 2017. Kemudian Uzbekistan dimasukkan ke Daftar Pengawasan Khusus pada  2018 dan 2019.

Menurut Laporan 2020 tentang Kebebasan Beragama Internasional, ditemukan bahwa Uzbekistan terus memaksa pria Muslim untuk mencukur jenggot. Uzbekistan juga melarang perempuan mengenakan jilbab di sekolah dan kantor.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini