Ekonomi Halal Dunia Meningkat Hingga 7 Triliun Dolar AS

Jumat , 26 Nov 2021, 15:25 WIB Reporter :Imas Damayanti/ Redaktur : Muhammad Hafil
Ekonomi Halal Dunia Meningkat Hingga 7 Triliun Dolar AS. Foto: Ekonomi syariah (ilustrasi)
Ekonomi Halal Dunia Meningkat Hingga 7 Triliun Dolar AS. Foto: Ekonomi syariah (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, SABAH – Ekonomi halal dunia meningkat hingga 7 triliun dolar AS pada tahun ini. Angka ini melesat naik jika dibandingkan tahun 2017 dengan capaian sebesar 4 triliun dolar AS.

 

Terkait

Dilansir di Daily Sabah, Jumat (26/11), Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Halal Dunia ke-7 yang diselenggarakan KTT Halal dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), bahwa capaian ekonomi halal yang terus melesat ini membutuhkan landasan dan kolaborasi bersama untuk memantapkan peluang.

Baca Juga

Oktay mengatakan bahwa KTT tersebut menampung hampir 60 pembicara dari lebih dari 20 negara. Sebanyak 400 perusahaan dari 35 negara yang beroperasi di beberapa sektor, termasuk makanan, kosmetik, obat-obatan, kimia, tekstil, pariwisata dan teknologi, termasuk di dalamnya.

Dia menyebut, meskipun dunia tengah dilanda pandemi Covid-19, namun para konsumen dunia cukup menunjukkan minat dalam produk dan layanan halal. Dia mengatakan bahwa produk halal, terutama makanan halal, lebih disukai konsumen. Bukan hanya kalangan Muslim saja, dia menyebut konsumen kalangan non-Muslim pun sudah tertarik dengan produk dan layanan halal. Alasannya adalah karena lebih sehat dan bersih.

“Saat ini, negara produsen produk halal terbesar adalah negara non-Muslim seperti Brasil, Australia, Prancis, Jerman, dan Selandia Baru,” kata dia.

Oktay mengatakan industri halal awalnya hanya dimulai di negara-negara Timur Jauh seperti Malaysia atau Indonesia dengan studi untuk memastikan keamanan dan sifat halal dalam makanan, dan telah mendapatkan momentum yang berbeda dengan inisiatif Turki.

“Institut Standar dan Metrologi Negara Islam (SMIIC) didirikan di Istanbul di bawah kepemimpinan negara kami dan melanjutkan kegiatannya. Selain itu, sebagai lembaga yang beroperasi sesuai dengan standar SMIIC, kami mendirikan Badan Akreditasi Halal (HAK) tiga tahun lalu di bawah Kementerian Perdagangan kami,” kata Oktay.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini