Dinkes NTT Sebut 1,8 Juta Orang Belum Divaksinasi

Ahad , 28 Nov 2021, 07:24 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Dinkes NTT Sebut 1,8 Juta Orang Belum Divaksinasi. Sejumlah warga mengantre untuk menerima suntikan vaksin COVID-19 di Kota Kupang, NTT, Selasa (26/10/2021). Dinas Kesehatan NTT mencatat hingga Selasa (26/10/2021) capaian vaksinasi COVID-19 di NTT baru mencapai 1.452.386 orang dari target atau sasaran 3.831.439 orang.
Dinkes NTT Sebut 1,8 Juta Orang Belum Divaksinasi. Sejumlah warga mengantre untuk menerima suntikan vaksin COVID-19 di Kota Kupang, NTT, Selasa (26/10/2021). Dinas Kesehatan NTT mencatat hingga Selasa (26/10/2021) capaian vaksinasi COVID-19 di NTT baru mencapai 1.452.386 orang dari target atau sasaran 3.831.439 orang.

IHRAM.CO.ID, KUPANG -- Dinas Kesehatan dan Pencatatan Sipil Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan sampai dengan saat ini ada kurang lebih 1.825.141 orang yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19.

 

Terkait

"Jadi ada kurang lebih 47,63 persen masyarakat di NTT yang belum divaksinasi Covid-19 dari total 3.831.439 orang di NTT," kata Kepala Dinas Kesehatan dan Pencatatan Sipil (NTT) Mese Ataupah, Sabtu (27/11).

Baca Juga

Hal ini disampaikan berkaitan dengan capaian vaksinasi Covid-19 di NTT yang merupakan provinsi kepulauan itu. Ia mengatakan jumlah yang disebutkan di atas adalah mereka yang memang sejak awal belum sama sekali menerima suntikan vaksin Covid-19.

Masih banyaknya orang yang belum menerima vaksin dosis pertama itu dikarenakan alasan kesehatan, namun ada juga karena belum sempat menerima suntikan vaksin. "Sampai dengan saat ini capaian cakupan vaksin Covid-19 di NTT dosis pertama kurang lebih dua jutaan, sementara dosis kedua baru mencapai satu jutaan," tambah dia.

Ia pun mengatakan cakupan vaksinasi Covid-19 terendah ada pada kelompok remaja dengan capaian dosis pertama 107.924 orang atau setara dengan 18,52 persen dari total 582.844 remaja. Sementara itu, capaian vaksin Covid-19 dosis kedua bagi remaja di NTT baru mencapai 52,967 orang atau setara dengan 9,09 persen.

"Hal ini karena vaksinasi Covid-19 bagi pelajar baru dimulai pada 1 Juli 2021 dan pelaksanaannya sesuai dengan ketersediaan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan," tambah dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini