Maroko akan Dorong Israel-Palestina Lanjutkan Perdamaian

Selasa , 30 Nov 2021, 07:30 WIB Reporter :Kamran Dikarma/ Redaktur : Muhammad Hafil
Maroko akan Dorong Israel-Palestina Lanjutkan Perdamaian. Foto: Ilustrasi Bendera Israel dan Palestina
Maroko akan Dorong Israel-Palestina Lanjutkan Perdamaian. Foto: Ilustrasi Bendera Israel dan Palestina

IHRAM.CO.ID,RABAT – Raja Maroko Mohammed VI akan berupaya mendorong dimulainya kembali pembicaraan damai antara Israel dan Palestina. Maroko adalah satu dari empat negara Arab yang melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel tahun lalu.

 

Terkait

"Maroko akan melanjutkan upayanya, membangun posisinya dan hubungannya yang sangat baik dengan semua pihak serta aktor internasional yang relevan, guna memberikan kondisi yang sesuai untuk kembali ke meja perundingan," kata Mohammed VI dalam pidatonya dalam rangka memperingati Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina pada Senin (29/11), dikutip Al Arabiya.

Baca Juga

Dia menekankan solidaritas penuh Maroko untuk rakyat Palestina serta hak mereka membangun negara merdeka bersama Israel. Mohammed VI menyerukan kedua belah pihak untuk tak mengambil tindakan-tindakan yang dapat menghalangi proses perdamaian.

Selain itu, Mohammed VI, yang turut mengepalai komite Organisasi Kerja Sama Islam Al-Quds, memperingatkan agar tak ada upaya-upaya yang dapat mengubah status yuridis, historis, dan demografis Yerusalem. Pada Rabu (24/11) pekan lalu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengunjungi Maroko. Ia menjadi kepala pertahanan Israel pertama yang melakukan kunjungan resmi ke negara tersebut.

“Ini adalah kunjungan penting dan bersejarah. Ini adalah kunjungan resmi pertama menteri pertahanan (Israel) ke negara ini (Maroko),” kata Gantz saat hendak bertolak dari Bandara Ben Gurion pada Selasa (23/11) malam.

Misi utama dalam kunjungan Gantz adalah memperkuat kerja sama pertahanan dengan Maroko. “Kami akan terus memperkuat hubungan bilateral. Sangat penting bahwa kami memiliki perjalanan yang sukses,” ujarnya.

Maroko resmi melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel pada Desember 2020. Ia menjadi negara Arab keempat yang mengambil langkah demikian. Sebelumnya Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan sudah terlebih dulu memilih memulihkan hubungan dengan Tel Aviv.

Sama dengan ketiga negara tersebut, pemerintahan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga berperan dalam proses normalisasi Maroko-Israel. Sebagai imbalan normalisasi dengan Tel Aviv, pemerintahan Trump mengakui kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara Barat yang dipersengketakan. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini