Soal Afghanistan, Arab Saudi Gelar Pertemuan Luar Biasa OKI

Selasa , 30 Nov 2021, 07:10 WIB Reporter :Mabruroh / Redaktur : Muhammad Subarkah
Seorang anak laki-laki tertawa saat menjual rempah-rempah di pasar jalanan, di Herat, Afghanistan, Kamis, 25 November 2021
Seorang anak laki-laki tertawa saat menjual rempah-rempah di pasar jalanan, di Herat, Afghanistan, Kamis, 25 November 2021

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Rakyat Afghanistan menghadapi krisis kemanusiaan yang memburuk dengan cepat pada musim dingin ini. Jutaan wanita Afghanistan, anak-anak, dan orang tua membutuhkan bantuan segera, termasuk akses ke makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal.

 

Terkait

Keruntuhan ekonomi yang akan datang dan kemerosotan lebih lanjut dari kondisi kehidupan akan menyebabkan lebih banyak ketidakstabilan di Afghanistan. Ini akan berdampak buruk pada perdamaian dan keamanan regional dan internasional. 

 

Dipandu oleh prinsip-prinsip solidaritas Islam dengan rakyat Afghanistan, Arab Saudi, sebagai ketua KTT Islam, dan sejalan dengan keputusan OKI terkait Afghanistan, menyerukan kepada OKI untuk segera mengadakan Pertemuan Tingkat Menteri Luar Biasa untuk membahas situasi kemanusiaan di negara dan jalur untuk respons kemanusiaan yang mendesak.

 

Dilansir dari Saudi Gazette, Selasa (30/11), Pakistan telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah pertemuan ini, di Islamabad pada 17 Desember 2021. Kerajaan berharap dengan pertemuan mendesak ini akan menghasilkan cara dan mekanisme yang tepat untuk memberikan bantuan kepada rakyat Afghanistan, dan untuk mengoordinasikan prosedur dengan badan-badan PBB terkait, lembaga keuangan internasional, dan masyarakat internasional demi mengurangi dampak kemanusiaan dan meringankan penderitaan rakyat Afghanistan.

 

Langkah ini sngat penting untuk memastikan keamanan dan stabilitas Afghanistan dan menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya, dan bebas dari campur tangan eksternal. Serta menolak terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya dan memastikan bahwa wilayah Afghanistan tidak digunakan sebagai tempat perlindungan atau tempat berlindung yang aman bagi kelompok teroris dan ekstrimis.

 

Pertemuan ini juga harus mendesak pemerintah sementara di Afghanistan untuk lebih inklusif, mematuhi norma dan konvensi internasional, serta menghormati hak asasi manusia dan hak perempuan atas pekerjaan dan pendidikan yang diberikan dalam Islam.

 

Kerajaan mendesak negara-negara anggota, organisasi internasional, dan negara-negara yang diundang untuk, secara aktif, berpartisipasi dalam pertemuan ini, untuk memobilisasi aksi Islam dan internasional untuk membantu rakyat Afghanistan.

 

OKI, sebelumnya, mengutuk penyerbuan Masjid Al-Ibrahimi di Hebron oleh Presiden Israel Isaac Herzog, menggambarkannya sebagai bagian dari rencana untuk melakukan Yudaisasi dan mengambil alih kendali atasnya.

 

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin, OKI menganggap penyerbuan Masjid Al-Ibrahimi sebagai provokasi kepekaan umat Islam dan kelanjutan agresi Israel terhadap hak-hak rakyat Palestina, tanah dan tempat-tempat suci.

 

OKI juga meminta masyarakat internasional bertindak segera untuk melindungi tempat-tempat suci dan bersejarah itu, dan untuk memaksa otoritas pendudukan Israel bisa lebih menghormati kesucian tempat-tempat suci, menerapkan resolusi PBB yang relevan, dan memberikan perlindungan bagi tanah dan tempat suci rakyat Palestina.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini