Layanan Kesehatan dalam Sejarah Peradaban Islam

Rabu , 01 Dec 2021, 18:30 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Bimaristan
Bimaristan

IHRAM.CO.ID, Dr Sharif Kaf al-Ghazal dalam artikelnya, The Origin of Bimaristans (Hospitals) in Islamic Medical History(2007) menyebut, Nabi Muhammad SAW sebagai figur pertama yang membentuk kesatuan militer bergerak (mobile) yang khusus menyediakan perawatan bagi prajurit luka-luka di medan tempur. Rufaidah al-Aslamiyah merupakan perawat pertama dalam sejarah Islam.

 

Terkait

Perempuan asli Madinah ini sering tampil dalam sejumlah palagan penting, semisal Perang Badar, Uhud, dan Khandaq. Ketika wilayah Muslimin belum besar, ada dua negeri adidaya yang bertetangga dengan Jazirah Arab: Persia dan Romawi.

Baca Juga

Hubungan dengan kerajaan yang tersebut masih lebih baik. Dalam hal ini, suatu kali Kaisar Heraklius membalas surat dari Rasulullah SAW tidak hanya dengan tulisan, tetapi juga tindakan.

Sang Kaisar juga mengirimkan seorang dokter ke Madinah. Setahun lamanya dokter itu bertugas, tetapi sedikit sekali yang datang berobat kepadanya. Dia pun bertanya kepada Rasulullah SAW, apa sebabnya penduduk setempat jarang sakit.

"Kami tidak makan kecuali bila benar-benar lapar, dan berhenti makan sebelum kekenyangan,"jawab beliau

Dalam pelayanan kesehatan, pada 325 kaisar memerintahkan pembangunan rumah sakit dekat katedral-katedral besar di setiap kota. Misalnya, rumah sakit yang sekompleks dengan Gereja St Basil di Caesarea Cappadocia (kini Kayseri, Turki). Fasilitas yang berdiri sejak 372 itu merawat orang-orang yang sakit, lemah, dan pengelana yang kehabisan bekal, serta memisahkan para penderita kusta.

Untuk membiayai para staf, pihak gereja memanfaatkan tanah yang diberikan negara. Hingga tahun 540, rumah-rumah sakit bergaya Romawi Timur (Byzantium) telah terbentuk di Konstantinopel, Asia Kecil (Turki), Suriah, dan Iskandariah (Mesir).

Bahkan, keberadaannya menjadi model bagi Imperium Sassania dari Persia untuk ikut mendirikan rumah-rumah sakit di wilayahnya.