Layanan Medis di Masa Dinasti: Urusan Diet Hingga Diplomasi

Rabu , 01 Dec 2021, 19:19 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
Istana Kordoba di Spanyol.
Istana Kordoba di Spanyol.

IHRAM.CO.ID, Ada banyak kisah betapa inklusifnya pelayanan medis yang diberlakukan kesultanan-kesultanan Muslim. Salah satunya seperti dituturkan Aniceto Baltasar dalam artikelnya pada jurnal Obesity Surgery(2004).

 

Terkait

Sancho I merupakan penguasa Leon (kini Spanyol Utara) periode 956-958. Rakyat dan ningrat membencinya karena tubuhnya sangat gemuk. Obesitas yang dideritanya sampai-sampai membuatnya kesulitan menaiki kuda atau sekadar mengayunkan pedang. T

Baca Juga

idak heran bila orang-orang meledeknya sebagai San cho el Craso, `Sancho si Gembrot. ' Dua tahun lamanya (958-960) dia menyendiri di Pamplona, sekira 400 km dari pusat Leon. Kota tersebut merupakan wilayah Kerajaan Navarre, yang diperintah Ratu Toda. Nenek Sancho I itu ingin sekali memulihkan kepercayaan diri cucu tercinta.

Di tengah kegalauan itu, sang ratu meminta pertolongan Khalifah Abdurrahman III (bergelar anNashir atau pemenang) yang menguasai Andalusia. Memang, antara negeri Navarre yang Kristen dan Kekhilafahan Kordoba terjalin hubungan diplomatik yang akrab.

Sang khalifah memiliki dokter istana sekaligus diplomat ulung bernama Hasdai bin Shaprut. Figur yang beragama Yahudi ini diutus ke Pamplona untuk melihat langsung bagaimana kondisi Sancho I.

Sesampainya di sana, Ibnu Sahprut memastikan bahwa pangeran Kristen ini hanya bisa mendapatkan perawatan intens bila tinggal di Kordoba. Sebab, pelbagai fasilitas kesehatan yang mendukung tersedia lengkap di kota kosmopolitan itu, yang pada masanya setara Baghdad atau Konstantinopel.