Mimar Sinan, Gurunya Para Arsitek

Kamis , 02 Dec 2021, 19:45 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tedjomukti/ Redaktur : Agung Sasongko
Masjid karya arsitek Mimar Sinan di Istambul, Turki.
Masjid karya arsitek Mimar Sinan di Istambul, Turki.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sinan lahir di Kayseri pada 1489 M. Sebagai putra seorang tukang batu, ia menerima dasar-dasar pendidikan konstruksi.

 

Terkait

Saat dewasa, ia menjadi insinyur militer. Keterampilannya merancang berbagai infrastruktur, seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, atau benteng.

Baca Juga

Saat usianya 50 tahun, ia diangkat menjadi kepala arsitek (mimar) Kesultanan Utsmaniyah. Ia wafat pada 17 Juli 1588.

Rancang Bangun yang Unik

Mimar Sinan terinspirasi dari pengalamannya di dunia militer dalam merancang berbagai fasilitas publik yang ditaja Kesultanan Utsmaniyah. Kubah yang ringan dan bervolume luas merupakan ciri khas karyanya. Kubah itu biasanya ditempatkan di atas struktur bersisi empat, enam, atau delapan.

photo

Rumah batu milik arsitek periode Kesultanan Utsmaniyah, Mimar Sinan di Kayseri tengah, Turki, 1 Februari 2021. - (Anadolu Agency)

Alhasil, bagian interiornya terkesan lebih luas. Kemolekan bangunan utama muncul lantaran permukaan dinding yang dilapisi marmer berwarna. Langitlangit juga dipercantik dengan ornamen bunga atau kaligrafi Alquran.

Sinan selalu memperhatikan sisi eksterior. Keunikan rancangannya juga tampak dari bentuk menara-menara yang ramping bagaikan pensil serta dilengkapi balkon. Struktur menara itu mempersembahkan rona siluet yang khas kepada langit senja Kota Istanbul sejak abad ke-16 hingga kini. 

Karya Agung Ikonis

Sebagai pemimpin divisi arsitek Utsmaniyah, Mimar Sinan sudah merancang lebih dari 300 bangunan publik, termasuk 94 masjid raya. Dari jumlah tersebut, beberapa bangunan dianggap sebagai karya agung.

photo

Karya terbesar Sinan adalah Masjid Sultan Sulaiman di Istanbul yang dibangun selama tujuh tahun (1550-1557). - (EPA EFE)

Misalnya, Masjid Selimiye di Kota Edirne, Turki. Itu dibangun atas perintah Sultan Selim II. Proyek pembangunannya memakan waktu enam tahun dan tuntas pada 1574. Rancangan Sinan itu diakui sebagai suatu prestasi tertinggi peradaban Islam.

Sejak 2011, masjid itu terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Sinan juga merancang Masjid Raya Sulaimaniah di Istanbul. Bangunan itu didirikan pada era Sultan Sulaiman al- Qanuni. Raja tersebut mencitrakan dirinya sebagai Sulaiman kedua.

Arsitektur masjid itu terinspirasi dari Kubah Batu di Istana Nabi Sulaiman AS. Pada saat dibangun, kubahnya menjadi yang tertinggi di seluruh negeri. Masjid Raya Sulaimaniah me miliki empat menara berbentuk ramping. Sepuluh beranda teras di sana menandakan Sultan al-Qanuni sebagai penguasa Utsmaniyah yang ke-10. 

Gurunya Para Arsitek

Bangunan-bangunan yang di rancang Mimar Sinan ikut memengaruhi perkembangan seni arsitektur global. Ia memiliki banyak murid. Sebut saja, Sedefkar Mehmed Aga, sang perancang Masjid Sultan Ahmed di Istanbul; Mimar Hayruddin yang merancang Jembatan Mostar; dan Yusuf, arsitek Taj Mahal di India

photo

Taj Mahal di India. - (EPA)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini