Peristiwa Thaif Begitu Membekas dalam Ingatan Rasulullah SAW

Jumat , 03 Dec 2021, 17:17 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tedjomukti/ Redaktur : Agung Sasongko
Satu sudut Kota Thaif, Arab Saudi.
Satu sudut Kota Thaif, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Peristiwa di Thaif itu membekas dalam ingatan Rasulullah SAW. Bahkan, dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW ketika ditanya 'Aisyah, "Adakah hari lain yang engkau rasakan lebih berat daripada hari di Perang Uhud?"

 

Terkait

Maka, jawab beliau, "Ya, banyak hal berat yang aku terima dari perlakuan kaummu itu, dan yang paling berat ialah apa yang aku temui di Hari Aqabah dahulu."

Baca Juga

Nabi SAW merujuk pada peristiwa penyerangan masyarakat Thaif waktu itu.

Nabi Muhammad SAW mencontohkan uswah hasanah tentang ajaran kasih sayang. Bukan menyimpan dendam. Sebuah sikap dan tindakan menyayangi bahkan kepada mereka yang membenci dan memusuhi beliau sekalipun. Kekerasan tidak perlu dilawan dengan kekerasan yang sama. Melawan orang-orang aniaya tidak harus dengan tindakan yang sama.

Ajaran kasih sayang Nabi SAW juga mewarnai peristiwa Fathu Makkah. Ketika Kota Makkah berhasil dimenangkan kaum Muslimin, Nabi SAW berkata kepada orangorang yang pernah menganiayanya dahulu, Bagaimanakah menurut kalian, apakah yang akan kulakukan terhadapmu?

Kaum Quraisy yang aniaya itu menangis dan berkata, "Engkau adalah saudara yang mulia, putra saudara yang mulia. Nabi kemudian bersabda, Pergilah kalian! Kalian adalah orang-orang yang dibebaskan. Semoga Allah mengampuni kalian (HR Thabari, Baihaqi, Ibnu Hibban, dan Syafi'i).

Abu Sufyan yang dikenal licik dan sangat memusuhi Nabi bahkan merasakan ajaran kasih sayang Nabi akhir zaman itu. Menyaksikan Abu Sufyan yang penuh ketakutan, kepada pamannya itu Nabi menyampaikan pesan Allah dalam Alquran, yang artinya, ... Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu. Mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. (QS Yusuf: 92).