Prancis Puji Qatar dalam Proses Evakuasi Warga Afghanistan

Sabtu , 04 Dec 2021, 19:06 WIB Reporter :Kamran Dikarma/ Redaktur : Esthi Maharani
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengapresiasi peran Qatar dalam membantu proses evakuasi warga Afghanistan
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengapresiasi peran Qatar dalam membantu proses evakuasi warga Afghanistan

IHRAM.CO.ID, DOHA – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengapresiasi peran Qatar dalam membantu proses evakuasi warga Afghanistan yang terancam saat Taliban merebut kekuasaan di negara tersebut pada pertengahan Agustus lalu. Hal itu disampaikan ketika Macron bertemu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Doha, Jumat (3/12) malam.

 

Terkait

“Saya berterima kasih kepada Qatar atas peran yang telah dimainkannya sejak awal krisis (Afghanistan), dan yang memungkinkan organisasi melakukan beberapa evakuasi,” kata Macron, dikutip laman Al Arabiya.

Baru-baru ini, Qatar membantu memfasilitasi proses evakuasi 258 warga Afghanistan ke Prancis. Mereka dianggap terancam karena aktivitasnya yang terkait dengan Prancis. Di antara mereka terdapat pula mantan personel yang direkrut secara lokal untuk tentara Prancis di Afghanistan.

Dalam penerbangan tersebut, Prancis turut mengevakuasi 11 warganya dan 60 warga Belanda beserta keluarganya masing-masing. Menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, sejak 10 September, sebanyak 110 warganya dan 396 warga Afghanistan beserta keluarganya telah dievakuasi ke negara tersebut. Mereka diangkut menggunakan 10 penerbangan yang difasilitasi Qatar.

Qatar telah lama menjadi tuan rumah kantor politik Taliban. Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban pun berlangsung di Doha. Pada Februari tahun lalu, kedua belah pihak mencapai kesepakatan perjanjian. Salah satu poin di dalamnya, Washington siap menarik seluruh personel militernya dari Afghanistan.

Terkait Macron, dari Qatar, dia melanjutkan perjalanannya ke Arab Saudi. Dia hendak bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman untuk membahas sejumlah isu regional, termasuk soal krisis Lebanon dan nuklir Iran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini