Tembak Mati Warga Palestina, Polisi Israel Dibebaskan

Ahad , 05 Dec 2021, 18:54 WIB Reporter :Rizki Jaramaya/ Redaktur : Agung Sasongko
 Polisi Israel tiba di lokasi serangan penikaman di Terminal Bus Pusat Yerusalem Senin, 13 September 2021. Paramedis Israel merawat dua orang yang ditikam di dekat Terminal Bus Pusat Yerusalem oleh seorang tersangka penyerang Palestina pada hari Senin.
Polisi Israel tiba di lokasi serangan penikaman di Terminal Bus Pusat Yerusalem Senin, 13 September 2021. Paramedis Israel merawat dua orang yang ditikam di dekat Terminal Bus Pusat Yerusalem oleh seorang tersangka penyerang Palestina pada hari Senin.

IHRAM.CO.ID,  TEL AVIV -- Kementerian Kehakiman Israel menginterogasi dua petugas polisi, setelah penembakan yang menewaskan seorang warga Palestina. Penembakan dilakukan karena warga Palestina tersebut telah menikam seorang pria Israel di Yerusalem timur.

 

Terkait

Pada Sabtu (4/12), polisi Israel merilis video yang menunjukkan penyerang menikam pria Yahudi ultra-Ortodoks, kemudian mencoba menikam seorang petugas Polisi Perbatasan sebelum ditembak dan jatuh ke tanah.  Polisi mengidentifikasi penyerang sebagai pria berusia 25 tahun dari Salfit, di Tepi Barat yang diduduki. Polisi kemudian terlihat membawa jenazah pria itu dengan tandu.

Baca Juga

Sebuah rekaman video yang beredar luas menunjukkan, seorang petugas dari Polisi Perbatasan paramiliter Israel menembak penyerang ketika dia sudah terbaring di tanah. Sementara video lainnya menunjukkan, polisi mencegah petugas medis untuk menolong pelaku penyerangan. Hal ini mendorong seruan kepada kepolisian untuk membuka penyelidikan.  

Unit investigasi kepolisian Kementerian Kehakiman Israel mengatakan, petugas polisi yang terlibat dalam penembakan telah diinterogasi tak lama setelah insiden. Polisi tersebut dibebaskan tanpa syarat. 

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menegaskan kembali dukungannya atas tindakan petugas. Hal ini diungkapkan Bennett dalam pertemuan Kabinetnya pada Ahad (5/12).

“Para petugas bertindak luar biasa, persis seperti yang dituntut dari para pejuang dalam situasi operasional seperti ini. Mereka pantas mendapatkan semua dukungan dan penghargaan kami untuk mencegah pembunuhan dan bertindak dengan kecerdasan operasional dalam sepersekian detik," ujar Bennett.