Dunia Islam akan Bahas Krisis Afghanistan

Ahad , 05 Dec 2021, 21:57 WIB Reporter : Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Agung Sasongko
Bayi tidur di sebelah ibu mereka saat mereka menjalani perawatan di bangsal gizi buruk Rumah Sakit Anak Nasional Ataturk di Kabul, Afghanistan, Kamis, 2 Desember 2021. Menurut angka PBB dari awal November, hampir 24 juta orang di Afghanistan, sekitar 60 % persen dari populasi, menderita kelaparan akut, termasuk 8,7 juta yang tinggal di dekat kelaparan.
Bayi tidur di sebelah ibu mereka saat mereka menjalani perawatan di bangsal gizi buruk Rumah Sakit Anak Nasional Ataturk di Kabul, Afghanistan, Kamis, 2 Desember 2021. Menurut angka PBB dari awal November, hampir 24 juta orang di Afghanistan, sekitar 60 % persen dari populasi, menderita kelaparan akut, termasuk 8,7 juta yang tinggal di dekat kelaparan.

IHRAM.CO.ID,  ISLAMABAD -- Para Menteri Luar Negeri dari negara-negara Islam akan menggelar pertemuan di Islamabad, 19 Desember mendatang. Pertemuan itu juga akan dihadiri oleh delegasi dari Uni Eropa dan kelompok yang disebut P5 dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan China. 

 

Terkait

 "Meninggalkan Afghanistan pada tahap ini akan menjadi kesalahan bersejarah," kata Shah Mahmood dilansir dari The New Arab, Sabtu (4/12).

Baca Juga

Saat konferensi pers di Islamabad, ia memperingatkan bahwa separuh negara itu menghadapi risiko kelaparan yang dapat memicu kekacauan lebih lanjut. "Ketidakstabilan bisa membuka jalan bagi konflik baru, bisa memicu eksodus pengungsi," ujarnya. 

Dia mengingatkan bahwa krisis kemanusiaan akan terus berkembang, terutama sejak bantuan internasional untuk Afghanistan tiba-tiba dipotong setelah pengambilalihan Taliban pada 15 Agustus lalu. Mahmood khawatir bencananya akan semakin tidak terkendali.

Seperti diketahui, bantuan Afghanistan telah terhalang oleh sanksi karena berurusan dengan Taliban. Keputusan AS untuk membekukan miliaran dolar cadangan bank sentral yang disimpan di luar Afghanistan hingga runtuhnya banyak sistem perbankan negara itu telah menjadi penambah penderitaan. 

Pakistan baru-baru ini setuju untuk mengizinkan 50.000 ton gandum transit melalui wilayahnya dari India untuk membantu Afghanistan. Meski begitu, badan-badan bantuan memberi tahu bahwa masyarakat membutuhkan lebih banyak.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini