Sabtu 18 Dec 2021 05:05 WIB

Tokoh Hindu Setuju Solusi Dua Negara Palestina-Israel

Umat Hindu di Indonesia diajak untuk turut mendukung kemerdekaan Palestina

Rep: Fuji E Permana/ Red: Esthi Maharani
Bendera Palestina. Ilustrasi
Foto: Reuters
Bendera Palestina. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia terus bergerak melakukan safari kemanusiaan ke berbagai elemen anak bangsa dan tokoh lintas agama di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad melakukan kunjungan ke kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebagai Majelis Tertinggi Agama Hindu di Indonesia pada Kamis lalu. Safari ini dalam rangka mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Hindu di Indonesia untuk turut mendukung kemerdekaan Palestina, karena kemerdekaan adalah hak asasi setiap negara.

"Indonesia mempunyai tanggung jawab konstitusi serta tanggung jawab sejarah untuk mendukung upaya (memerdekakan Palestina) ini," kata Sarbini melalui pesan tertulis kepada Republika, Jumat (17/12).

Kunjungan Sarbini diterima oleh Nyoman Suartanu sebagai Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan PHDI. Sebagai salah satu tokoh Hindu di Indonesia, Suartanu merespon positif safari yang tengah dilakukan oleh MER-C karena beririsan pada nilai kemanusiaan.

"Melihat dari safari yang dilakukan oleh MER-C maka irisannya adalah di nilai-nilai kemanusiaan. Orang menderita, orang kena musibah tidak bisa kita pilah-pilah, semuanya adalah masalah kemanusiaan. Secara nilai baik itu dalam kitab-kitab manapun juga, kalau kita bicara masalah kemanusiaan, pasti itu yang tertinggi," kata Suartanu.

Suartanu menjelaskan bahwa PHDI bernaung di bawah nilai-nilai Hindu dan ajaran kitab Weda. Nilai-nilai dalam Weda dan dalam ajaran agama Hindu adalah menyayangi kehidupan. PHDI menjunjung nilai-nilai itu, menjaga kehidupan dan menyayangi kehidupan, maka masuk ke human value atau nilai kemanusiaan.

Ia juga menyatakan keprihatinannya terhadap konflik berkepanjangan Palestina dan Israel yang menyebabkan banyak korban berjatuhan.

"Kita sedih sepertinya tidak ada selesai-selesainya. Ini adalah masalah kemanusiaan tentu kita sebagai umat manusia di dunia memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menghentikan seluruh konflik yang akhirnya menimbulkan korban kemanusiaan,” ujar Suartanu.

Menanggapi diskusi untuk upaya menghentikan konflik berkepanjangan ini dan adanya opsi solusi dua negara yang juga didukung oleh pemerintah Indonesia, Suartanu berpendapat hal itu sebagai win-win solution bagi kedua pihak yang bertikai.

"Solusi dua negara itu adalah salah satu bentuk win-win solution. Kalau tadinya satu pihak ingin menguasai, pihak lain ingin mempertahankan, win win solutionnya adalah ayo kita bagi, pilah jangan sampai terjadi seperti itu lagi," jelas Suartanu.

Suartanu menambahkan, PHDI sangat mendukung pemerintah Indonesia membuat sebuah keputusan yang bijak terhadap kondisi Palestina dan Israel. Karena bangsa Indonesia memiliki kewajiban dan tanggung jawab tentang hal tersebut.

“Walau kami memiliki aturan, kami pasti akan tunduk dengan kebijakan positif hukum negara, negara pun membuat keputusan tidak akan gegabah,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, sebagai kenang-kenangan dan untuk mempererat hubungan antara MER-C dan PHDI, Sarbini menyerahkan syal Indonesia-Palestina kepada Sanuarta dan plakat berlogo MER-C.

Syal Indonesia-Palestina didesain khusus oleh MER-C dengan menyandingkan desain batik dari Indonesia dan desain kotak-kotak hitam putih dari Palestina sebagai simbol persahabatan Indonesia-Palestina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement