Sabtu 18 Dec 2021 23:22 WIB

Pelajar Aceh Ciptakan Inovasi Sains Project 17 Tahun Tsunami

Sains Project oleh pelajar ini bagian dari rangkaian peringatan 17 tahun tsunami Aceh

Foto udara Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
Foto udara Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Sepuluh kelompok pelajar dari delapan sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Banda Aceh dan Aceh Besar masuk nominasi lomba inovasi dan kreativitas Sains Project 17 tahun tsunami Aceh. "Sains Project oleh pelajar ini bagian dari rangkaian peringatan 17 tahun tsunami Aceh," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Cut Nurmarita, di Banda Aceh, Sabtu (18/12).

Perlombaan Sains Project 17 tahun tsunami Aceh ini sebelumnya diikuti seluruh pelajar SMA sederajat di Banda Aceh dan Aceh Besar. Namun, hanya 10 karya yang berhasil masuk dalam nominasi terbaik.

Baca Juga

Cut mengatakan, kegiatan tersebut sebenarnya lebih bersifat memberikan edukasi bencana dengan harapan generasi Aceh lebih kreatif dalam menghasilkan sebuah karya. "Apalagi kita tahu bahwa Aceh daerah rawan bencana. Maka melalui kegiatan kita mengajak generasi muda agar lebih tanggap bencana," ujarnya.

Cut berharap, melalui kegiatan ini para pelajar dapat mengimplementasikan ide-ide mereka dan menghasilkan sebuah karya yang dapat menyadarkan masyarakat agar tanggap bencana. Menurut Cut, Sains Project 17 tahun tsunami Aceh ini sebagai momentum kesadaran dan budaya kesiapsiagaan, serta menjadi media pembelajaran tanggap bencana. "Kita berharap hasil karya pelajar ini dapat mengedukasi pengunjung museum tsunami Aceh. Ini langkah positif untuk kita peduli dan siaga bencana," kata Cut Nurmarita.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh Hafnidar mengatakan, hasil karya para pelajar yang terbaik nantinya bakal ditampilkan dalam pekarangan museum sebagai media pembelajaran. "Ke depan kita siap berkolaborasi, karya anak-anak ini nanti kita kemas ulang untuk mengedukasi masyarakat Aceh," kata Hafnidar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement