Selasa 21 Dec 2021 03:44 WIB

Jelang Nataru 2022, Habib Syakur Harap Semangat Toleransi Terjaga

Seluruh umat beragama diharapkan memberi kontribusi bagi keamanan lingkungan.

Toleransi antarumat beragama (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Toleransi antarumat beragama (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam mewujudkan situasi kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, antarumat beragama diminta bersatu melakukan kegiatan prementif atau pencegahan. Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid menduga, para kelompok paham radikal, intoleran dan ekstremis, biasanya memanfaatkan momentum tertentu untuk melakukan aksinya. Karenanya, masyarakat harus bersatu, bersama-sama menggelorakan semangat toleransi antarumat beragama untuk mencegah hal tersebut agar tidak terjadi menjelang Nataru 2022.

"Dalam mendekati Natal dan Tahun Baru saat ini, kita harus hidup dalam tenggang rasa, saling menjaga perasaan, saling mawas diri terhadap lingkungan sekitar. Kita wajib membagun komunkasi dengan seluruh anak bangsa dan membantu TNI-Polri dalam menjaga Kamtibmas," imbau Habib Syakur di Jakarta, Senin (20/12).

Habib Syakur menyakini masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa hidup dalam keharmonisan antarumat beragama, akan mampu mengikis perkembangan paham radikal yang dibawa oleh kelompok-kelompok tertentu.

Antarumat beragama, lanjut dia, harus terus menggelorakan pentingnya toleransi, memerankan diri dalam mencegah gangguan ketertiban, yang disebarkan oleh paham radikal yang berujung terorisme.

"Pertahanan keamanan rakyat semesta itu harus diemban sendiri oleh rakyat. Karena rakyat adalah pemilik mayoritas saham di negara tercinta ini. Kita wajib menciptakan kedamaian, toleransi, saling menghargai pendapat. Disini akan terbentuk ciri khas insan suci Pancasila," ungkapnya.

Habib Syakur menerangkan, jika antarumat beragama sadar akan pentingnya kerukunan, maka otomatis tindakan-tindakan radikalisme akan terkikis habis. 

"Kita wajib menjaga wilayah sekitar kita, menjaga tempat ibadah saudara kita, menjaga keamanan, memastikan kondusifitas saudara kita berlainan agama ketika mereka sedang melaksanankan ibadahnya, terlebih hari Natal," imbaunya.

"Kapan kita menghidupakn toleransi di Indoensia? Ya sekarang. Paham radikal harus kita kikis habis dengan sosialisi di wilayah lingkungan tentang bahaya paham radikal, mereka yang memusuhi antarumat beragama, bahkan seagama pun yang beda aliran di musuhi juga," ujarnya menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement