Israel Berencana Jadi Negara Pertama Berikan Vaksin Keempat Covid-19

Kamis , 23 Dec 2021, 13:30 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Seorang perawat bersiap untuk menyuntik seorang wanita Israel dengan suntikan ketiga vaksin COVID-19 di Yerusalem, 20 Agustus 2021.
Seorang perawat bersiap untuk menyuntik seorang wanita Israel dengan suntikan ketiga vaksin COVID-19 di Yerusalem, 20 Agustus 2021.

IHRAM.CO.ID, YERUSALEM – Pemerintah Israel berencana akan menjadi negara pertama yang meluncurkan dosis keempat vaksin Covid-19. Tindakan tersebut dilakukan untuk menghadapi gelombang infeksi varian baru Omicron.

 

Terkait

Pakar pandemi Israel telah merekomendasikan rencana vaksin booster keempat untuk usia di atas 60-an dan petugas kesehatan. Perdana Menteri Naftali Bennett menyambut baik rencana itu dan mengatakan kepada para pejabat untuk mulai bersiap.

Baca Juga

Keputusan ini terjadi saat Israel mengonfirmasi kematian pertama dari pasien yang terinfeksi Omicron pada Selasa lalu. Kementerian kesehatan mengatakan setidaknya ada 340 kasus varian yang ada di Israel. Keputusan untuk meluncurkan vaksin booster keempat masih menunggu persetujuan dari pejabat kesehatan senior. Namun, Bennett berharap untuk memberikan dosis setidaknya empat bulan setelah dosis ketiga mereka.

“Ini adalah berita luar biasa yang akan membantu kita melewati gelombang Omicron yang melanda dunia,” kata Bennett sambil mendesak orang-orang untuk menerima tawaran itu secepat mungkin.

Dilansir Saudi Gazette, Kamis (23/12), ketika program vaksinasi Covid-19 pertama kali diluncurkan, vaksin Israel diluncurkan dengan cepat dan penerimaannya relatif tinggi. Sekitar 63 persen dari populasi 9,3 juta telah memiliki dua dosis. Ini sebagian berkaitan dengan Israel sebagai negara yang relatif muda dan sepertiga dari populasinya berusia di bawah 14 tahun.

Untuk membantu menghadapi ini, Israel mengumumkan pada bulan November bahwa anak-anak berusia lima tahun juga bisa mendapatkan vaksin. Pada Senin, Bennett mengatakan ia ingin setiap anak yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin dalam dua pekan ke depan untuk membantu menunda dan memperlambat dan mengurangi kekuatan gelombang infeksi lain.

Israel telah memperluas larangan perjalanan ke negara-negara termasuk AS, Jerman, Italia, dan Kanada sebagai tindakan untuk mengekang penyebaran virus. Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, Israel telah mengonfirmasi lebih dari 1,36 juta infeksi Covid-19 sejak awal pandemi dengan sekitar 8.200 kematian.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini