Jumat 07 Jan 2022 06:05 WIB

KJRI Jeddah: 400 Jamaah Umroh Rencana Berangkat 8 Januari

Keberangkatan perdana ini diikuti sekitar 400an jamaah.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
Jemaah umroh mengelilingi Ka
Foto: EPA-EFE/SEDAT SUNA
Jemaah umroh mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen) RI Jeddah Eko Hartono menyebut keberangkatan jamaah umroh Indonesia pertama rencananya dilakukan 8 Januari nanti. Keberangkatan perdana ini diikuti sekitar 400an jamaah.

"Iya rencana memang akan ada jamaah umroh tanggal 8 Januari nanti, sekitar 400an orang dengan Lion Air," kata dia saat dihubungi Republika, Kamis (6/1).

Untuk persiapan menyambut jamaah di Saudi, ia menyebut secara umum sudah siap. Salah satunya karantina lima hari, gelang khusus, serta pengecekan sertifikat vaksin.

Menurut informasi yang ada, perihal karantina kedatangan jamaah umroh ini sedang dibahas lebih lanjut antara otoritas bandara Saudi atau GACA dan Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

"Infonya terkait karantina sedang dibahas lagi, karena ada yang belum klop tentang masa karantina," ujarnya.

Terkait durasi pelaksanaan umroh, Konjen Eko menyebut dilakukan 11 hari seperti yang telah disampaikan sebelumnya.

Di sisi lain, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyebut Arab Saudi sampai saat tetap membuka Kedatangan jamaah dari seluruh dunia.

Terkait masih ada inkonsistensi antara GACA dan Kementerian Haji dan Umrah dalam hal karantina, ia menyebut secara pelaksanaan masih dapat terkendali dan sesuai prosedural.

"Masalah perbedaan waktu karantina tidak menjadi kendala. Karena pada intinya karantina, yang berlaku secara umum itu lima hari, itu yang diberlakukan sekarang," ucap dia.

Ia juga menyebut, selama ini memang belum ada titik temu untuk upaya sinkronisasi data Peduli Lindungi dan Tawakalna. Namun, hal tersebut tidak lagi menjadi sebuah permasalahan.

Kementerian Agama (Kemenag) telah memgambil langkah dan inisiatif mengambil data melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh). Data ini pun sudah bisa terbaca di aplikasi Tawakkalna milik Saudi.

"Untuk pelaksanaan umrah tidak lagi tergantung kepada Tawakalna, bagi jamaah umrah. Karena jadwal pelaksanaan umrah atau shalat di Raudhoh sudah ditangani oleh Muassassah/travel di Saudi," lanjutnya.

Endang Jumali lantas mengatakan, untuk pelaksanaan umrah maupun shalat di Raudhah ini, Muassassah sudah menyiapkan gelang khusus sebagai identitas pengenal jamaah.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement