Menikmati Istanbul Ala Warga Lokal

Ahad , 09 Jan 2022, 13:02 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Menikmati Istanbul Ala Warga Lokal. Orang-orang berjalan di depan Masjid Taksim yang baru dibangun di Alun-alun Taksim di Istanbul, Turki, 28 Mei 2021.
Menikmati Istanbul Ala Warga Lokal. Orang-orang berjalan di depan Masjid Taksim yang baru dibangun di Alun-alun Taksim di Istanbul, Turki, 28 Mei 2021.

IHRAM.CO.ID, ISTANBUL -- Penulis asal Australia Lisa Morrow telah tinggal di Istanbul sejak 2010. Dia berbagi cerita terkait kehidupan di sana. Lisa mengatakan, jenis makanan yang tersedia di Istanbul mencerminkan populasinya yang beragam. 

 

Terkait

"Ficcin Erra Goppa, di jalan belakang distrik Taksim yang sibuk, menyajikan ficcin yang sangat baik, pai daging pastry datar dari wilayah Circassian di Turki utara di sisi lain Laut Kaspia," kata dia, dilansir dari laman The Guardian pada Ahad (9/1/2022).

Baca Juga

Dia mengungkapkan, untuk hidangan yang lebih lezat, ia biasanya pergi ke Siirt Seref Buryan Kebap Salonu, dekat Valens Aqueduct, di seberang Hali di Fatih. Spesialisasinya adalah kebab buryan, domba lezat yang dimasak perlahan dalam oven tandir (tandoor). 

"Saya akan menggabungkannya dengan sepiring mumbar: usus domba yang diisi dengan nasi, peterseli, bawang, dan merica," kata dia.

Di samping itu, Lisa mengungkapkan  dia menyukai saluran air Istanbul. Dia sering naik feri di Bosphorus ke Emirgan untuk menikmati udara dan seni di Museum Sakip Sabanci. 

"Bekas rumah keluarga pengusaha Turki Sabanci sekarang mengadakan berbagai pameran lokal dan internasional. Teras besar yang menghadap ke air adalah tempat yang tepat untuk melamun," ucap Lisa.

"Atau saya akan naik feri di sepanjang Golden Horn ke Eyup. Di sana saya menatap ubin yang sangat indah di kompleks masjid Eyup Sultan, duduk sebentar di bawah pohon berusia berabad-abad dan kemudian berkelok-kelok melalui kuburan Ottoman yang rumit memikirkan apa yang akan saya tulis selanjutnya," kata dia.

Dia mengatakan, Hotel Empress Zoe yang menawan dan unik memiliki tata letak seperti labirin yang mencerminkan kompleksitas sejarah kota. Area penerima tamu berada di bawah tangga pendek dan menggabungkan bagian dari dinding Istana Bizantium. 

"Dari sana, tangga spiral menuju kamar-kamar yang dihiasi dengan detail kayu dan permadani tenunan tangan dan taman yang rimbun dengan pohon palem dan tanaman eksotis lainnya. Semua ini bisa dinikmati dalam jarak berjalan kaki dari Hagia Sophia dan Masjid Biru," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini