Wamenag: One Gate Policy Mengikuti Pintu Penerbangan Maskapai

Kamis , 13 Jan 2022, 16:25 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana lambat ini, jamaah umroh mengelilingi Ka
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana lambat ini, jamaah umroh mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi, menyebut sistem satu pintu atau One Gate Policy sampai saat ini masih terpusat di Jakarta. Hal ini berkaitan dengan pintu penerbangan internasional yang masih terpusat.

 

Terkait

"Kami berupaya memastikan OGP ini penting. Sistem ini belum dibuka di daerah, karena berkaitan dengan penerbangan. Sejauh ini, penerbangan baru dibuka dari Jakarta, sehingga tidak mungkin sistem ini dibuka di daerah," kata dia dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII DPR, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga

Ia menyebut koordinasi terus dilakukan dengan pihak Saudi. Sampai saat ini, penerbangan internasional baru dibuka dari Jakarta.

Kementerian Agama (Kemenag) masih menunggu dibukanya penerbangan internasional di daerah lain. Harapannya, nanti sistem OGP akan menyesuaikan, agar tidak menumpuk di Jakarta.

Lebih lanjut, ia mengatakan umrah merupakan ajang uji coba pelaksanaan ibadah haji 1443 H/2022 M. Barangkali, hal ini pula yang menjadi alasan mengapa kuota umrah tidak dibatasi.

"Hal ini sekaligus simulasi bagi Saudi untuk pelaksanaan haji nantinya. Karena umrah dianggap sebagai uji coba haji, kami betul-betul menerapkan prokes yang ketat, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," lanjutnya.

Terkait karantina jamaah umrah, Wamenag menyebut pihaknya telah bekerja sama dan berkoordinasi dengan BNPB, baik untuk SOP keberangkatan dan kepulangan jamaah. Sampai saat ini, asrama haji telah dinyatakan layak sebagai lokasi karantina.

Ia memastikan keberangkatan jamaah umrah harus melalui asrama haji, yang berkaitan dengan OGP. Sistem ini diberlakukan untuk memastikan persiapan keberangkatan jamaah agar benar-benar valid, terlebih berkaitan dengan dokumen mereka.

"Ini kita jaga betul, karena itu yang diwanti-wanti oleh Pemerintah Arab Saudi. Keaslian dan validitas dokumen menjadi jaminan bahwa jamah yang berangkat clean dan clear," ucap dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini